kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

BA.2, Omicron Versi Siluman yang Sudah Menyebar ke 40 Negara


Rabu, 26 Januari 2022 / 11:12 WIB
ILUSTRASI. Para ilmuwan dan pejabat kesehatan di seluruh dunia sedang mengawasi turunan varian omicron yang bernama BA.2. REUTERS/Dado Ruvic

Sumber: Deseret.com,Associate Press | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Para ilmuwan akan melakukan tes untuk melihat apakah antibodi dari infeksi dengan omicron asli mampu menetralkan BA.2 di laboratorium dan kemudian mengekstrapolasi dari sana.

Mengutip Deseret.com, para ilmuwan mulai mengungkapkan kekhawatiran tentang omicron siluman, yang merupakan subvarian dari varian omicron.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa varian baru, BA.2, memiliki 32 mutasi yang sama dengan BA.1, yang merupakan varian omicron asli.

Namun, ada juga BA.3, yang merupakan subvarian lain dari varian omicron.

Menurut sumber Deseret.com, Denmark, Inggris, Singapura, dan India telah melihat jumlah kasus yang terkait dengan subvarian BA.2 dan BA.3.

Tom Peacock, seorang peneliti di Imperial College London, mengatakan bahwa subvarian kemungkinan tidak akan menyebabkan gelombang lain.

“Saya pikir skenario yang mungkin adalah BA.2 hanya memperburuk situasi omicron nasional (perlambatan penurunan, peningkatan puncak, dll),” jelasnya.

Peacock mengatakan kepada Financial Times bahwa subvarian bukanlah penyebab utama kekhawatiran, tetapi mereka sangat layak untuk diperhatikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×