9 Startup Digital yang PHK Massal Karyawan di Sepanjang Tahun Ini

Senin, 21 November 2022 | 11:24 WIB   Reporter: Kompas TV, kompas.com, Riset Kontan
9 Startup Digital yang PHK Massal Karyawan di Sepanjang Tahun Ini

ILUSTRASI. Sejumlah perusahaan di Indonesia menggelar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Salah satunya Ruangguru.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah perusahaan di Indonesia menggelar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Banyak dari perusahaan tersebut merupakan perusahaan-perusahaan startup digital. 

Berikut 9 perusahaan di Indonesia yang melakukan PHK massal di tahun ini:

1. GoTo

Melansir Kontan, Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengakui sedang menyiapkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Perusahaan ini akan memecat karyawan atau mengurangi jumlah karyawan sekitar 12% dari total karyawan atau sejumlah 1.300 orang.

Pengumuman PHK massal ini dilakukan oleh Chief Executive Officer Grup GOTO Andre Soelistyo pada townhall dengan yang mengundang seluruh karyawan pada Jumat (18/11). 

Dalam pernyataan resminya manajemen GoTo hari ini menyampaikan langkah-langkah strategis dalam mendorong percepatan kemandirian finansial.

Dengan keputusan ini manajemen GOTO berharapa bisa terus memberi dampak positif bagi jutaan konsumen. mitra pengemudi dan pedagang di ekosistem GoTo, melalui pertumbuhan yang sehat dan berkesinambungan.

Pertimbangan keputusan GOTO melakukan PHK karyawan karena tengah menghadapi tantangan makro ekonomi global berdampak signifikan bagi para pelaku usaha di seluruh dunia. 

Baca Juga: Ancaman Resesi Global, Ekonom Ramal Badai PHK Masih Terus Hantam Perusahaan Digital

2. Ruang Guru

Mengutip Kompas TV, platform pendidikan, Ruangguru, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan pegawainya, Jumat (18/11/2022).

Corporate Communications Ruangguru Gwendolyn Betsy menjelaskan, keputusan ini diambil karena situasi pasar global yang memburuk secara drastis.

"Hari ini Ruangguru melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan sebagian pegawai Ruangguru. Terdapat ratusan pegawai Ruangguru yang terdampak dari pemutusan hubungan kerja ini. Keputusan sulit ini diambil karena situasi pasar global yang memburuk secara drastis," jelasnya dalam keterangan tertulis kepada Kompas TV, Jumat.

Seluruh karyawan yang terkena dampak dari PHK besar-besaran ini, jelas Gwendolyn, telah diberikan pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan penggantian hak (jika masih ada sisa cuti), yang sesuai dengan undang-undang.

Selain itu, gaji bulan terakhir para karyawan yang di-PHK telah dibayarkan secara penuh.

Baca Juga: Mengapa PHK di Perusahaan Teknologi Lagi Marak?

3. Indosat

Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) mengumumkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada lebih dari 300 karyawannya. Langkah ini merupakan inisiatif rigthsizing yang dilakukan oleh Indosat.

Director & Chief of Human Resources  Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Irsyad Sahroni menuturkan, inisiatif rigthsizing ini didasarkan pada strategi bisnis ke depan dan pertimbangan yang komprehensif.

"Sehingga  diharapkan dapat menjadi langkah strategis yang membawa Indosat Ooredoo Hutchison menjadi perusahaan telekomunikasi digital paling dipilih di Indonesia," ujar Irsyad, dalam keterangan resminya, Jumat (23/9).

Dia mengklaim, langkah rigthsizing ini telah berjalan lancar dan lebih dari 95% karyawan yang terkena dampak telah menerima tawaran tersebut, sementara sisanya masih melakukan pertimbangan.

Indosat sendiri menawarkan paket kompensasi dengan rata-rata mulai dari 37 kali upah hingga mencapai 75 kali upah. Ini disebut Irsyad lebih tinggi di  atas persyaratan ketentuan undang-undang yang berlaku.

4. LinkAja

PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan.

Head of Corporate Secretary Group LinkAja Reka Sadewo menjelaskan, kebijakan tersebut dialkukan karena perusahaan melakukan perubahan signifikan dalam penyesuaian bisnis.

"Perubahan merupakan sesuatu yang secara konstan terjadi dalam perusahaan yang sedang terus bertumbuh. Penyesuaian dalam perusahaan juga tentunya akan terus terjadi. Sebagai sebuah perusahaan start up yang terus berkembang pesat, LinkAja diharapkan terus bisa agile dan adaptif dalam melakukan penyesuaian bisnis untuk memastikan pertumbuhan perusahaan yang sehat, positif dan optimal," jelas Reka kepada Kontan.co.id, Selasa (24/5).

Dia menambahkan, menjawab tantangan ini memang akan ada beberapa perubahan signifikan yang akan dilakukan LinkAja, terutama berkaitan dengan fokus dan tujuan bisnis perusahaan. Hal ini tentunya juga akan berpengaruh pada beberapa aspek operasional perusahaan, salah satunya adalah reorganisasi SDM.

Baca Juga: PHK Ratusan Karyawannya, Ruangguuru: Keputusan Sulit

5. Shopee Indonesia

Kontan memberitakan, perusahaan teknologi Shopee Indonesia, Senin (19/9/2022) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sejumlah karyawan sebagai bagian dari langkah efisiensi yang dilakukan perusahaan.

Head of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira menjelaskan Shopee Indonesia harus mem PHK sejumlah karyawannya. Ia menyampaikan keputusan PHK ini merupakan langkah terakhir yang harus ditempuh, setelah melakukan penyesuaian melalui beberapa perubahan kebijakan bisnis.

“Kondisi ekonomi global menuntut kami untuk lebih cepat beradaptasi serta mengevaluasi prioritas bisnis agar bisa menjadi lebih efisien. Ini merupakan sebuah keputusan yang sangat sulit,” katanya, dikutip dari keterangan resmi yang diterima Kontan, Senin (19/9).

Langkah PHK ini sejalan dengan fokus perusahaan secara global untuk mencapai kemandirian dan keberlanjutan, yang merupakan 2 komponen penting dalam menjalankan bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.

6. JD.ID

Kontan memberitakan, JD.ID juga memutuskan untuk melakukan PHK karyawan pada Mei lalu. 

Director of General Management JD.ID Jenie Simon menjelaskan, dari langkah  perusahaan tersebut adalah upaya  untuk melakukan improvement actions atau tindakan perbaikan. Sehingga, perusahaan dapat terus beradaptasi dan selaras dengan dinamika pasar dan tren industri di Indonesia.

"Upaya improvisasi yang JD.ID tempuh antara lain adalah dengan melakukan peninjauan, penyesuaian, hingga inovasi atas strategi bisnis & usaha," ujar Jenie kepada Kontan, Jumat (27/5).

Lebih lanjut, Jenie menjelaskan, JD.ID juga melakukan pengambilan keputusan seperti tindakan restrukturisasi, yang mana di dalamnya terdapat langkah pengurangan jumlah karyawan. 

7. SiCepat

Mengutip Kontan, Chief Marketing and Corporate Communication Officer PT. SiCepat Ekspres Indonesia, Wiwin Dewi Herawati menjelaskan evaluasi pengurangan karyawan memang tengah dilakukan Sicepat Express di setiap tahunnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan performa kinerja Sicepat Express di sepanjang tahun. 

Dia bilang, langkah itu sejalan dengan proses pembaharuan management human capital terkait pemberlakuan standar evaluasi kompetensi berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) di 2022.

“Jadi memang evaluasi ini kami lakukan dua kali dalam setahun atau per enam bulan sekali,” tambahnya. 

Di samping itu, pengurangan karyawan yang dilakukan beberapa waktu lalu sekitar 0,61% dari total 60.000 karyawan Sicepat Express. Adapun dari total karyawan sebanyak 60.000 karyawan, 80% diantaranya adalah tim operasional Sicepat Express. 

8. TaniHub

Awal 2022, startup Tani Hub memutuskan untuk melakukan PHK karyawan mereka. Bahkan, perusahaan ini juga menghentikan operasional dua warehouse atau pergudangan mereka yang berlokasi di Bandung dan Bali. 

Dengan adanya penutupan dua warehouse tersebut, sjeumlah karyawan terpaksa diberhentikan dari pekerjaan mereka. 

Dilansir dari Kompas.com (26/6/2022), Senior Corporate Communication Manager TaniHub Group Bhisma Adinaya mengatakan, perusahaan ingin mempertajam fokus bisnis dengan meningkatkan pertumbuhan melalui kegiatan Business to Business (B2B) seperti hotel, restoran, kafe, modern trade, hingga mitra strategis. 

Baca Juga: PHK Twitter: Elon Musk Minta Karyawan Twitter Tersisa Melapor ke Kantor Pusat

9. Zenius

Melansir Kompas.com, Zenius Perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan dan teknologi, Zenius, merupakan salah satu start-up yang memutuskan untuk melakukan PHK karyawan mereka. 
Sebanyak 25% dari total karyawan Zenius, atau sekitar 200 karyawan terkena imbas gelombang PHK tersebut. 

Dikutip dari Kompas.com (25/5/2022), pihak manajemen Zenius mengatakan bahwa tindakan PHK massal itu terjadi lantaran perusahaan sedang mengalami kondisi makro ekonomi terburuk dalam beberapa dekade terakhir. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 3 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru