kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

WHO: Masih banyak negara abaikan ancaman Covid-19 dan tidak siap menghadapinya


Sabtu, 15 Mei 2021 / 11:30 WIB

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

Laporan tersebut mengatakan, munculnya COVID-19 ditandai dengan campuran "beberapa tindakan awal dan cepat, tetapi juga oleh penundaan, keraguan, dan penolakan.

"Pilihan strategis yang buruk, keengganan untuk mengatasi ketidaksetaraan dan sistem yang tidak terkoordinasi menciptakan campuran beracun yang memungkinkan pandemi berubah menjadi bencana krisis kemanusiaan," ungkap IPPPR.

Ancaman pandemi telah diabaikan dan negara-negara sangat tidak siap untuk menghadapinya, IPPPR menemukan.

Panel tersebut menyayangkan keputusan WHO dengan mengatakan, mereka bisa menyatakan situasi tersebut sebagai Keadaan Darurat Kesehatan Masyarakat Internasional (PHEIC), tingkat kewaspadaan tertinggi, pada 22 Januari 2020.

Sebaliknya, WHO menunggu delapan hari lagi sebelum melakukannya.

Baca Juga: Ada 6 kasus baru, Taiwan meningkatkan status kewaspadaan penyebaran Covid-19

Namun demikian, mengingat kelambanan relatif negara, "kita mungkin masih berakhir di tempat yang sama," ujar Clark, seperti dilansir Channel News Asia.

Baru pada Maret setelah WHO menggambarkannya sebagai pandemi, istilah yang tidak secara resmi menjadi bagian dari sistem peringatannya, negara-negara tersentak beraksi.

Adapun wabah awal, "jelas ada penundaan di China tetapi ada penundaan di mana-mana," tambah Clark.

Rekomendasi menangani pandemi

Tanpa jeda antara identifikasi pertama di Wuhan dan deklarasi PHEIC kemudian "bulan yang hilang" pada Februari 2020, "kami yakin kita tidak akan melihat pandemi yang semakin cepat. Sesederhana itu," kata Clark.

Panel membuat beberapa rekomendasi tentang bagaimana menangani pandemi saat ini.

Baca Juga: Tambah B.1.617 India, kini ada 4 varian virus corona yang perlu diwaspadai



TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×