kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Tambah B.1.617 India, kini ada 4 varian virus corona yang perlu diwaspadai


Selasa, 11 Mei 2021 / 23:30 WIB
Tambah B.1.617 India, kini ada 4 varian virus corona yang perlu diwaspadai

Sumber: Al Jazeera | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menetapkan mutasi virus corona baru yang muncul di India sebagai variant of concern (VoC) atawa yang perlu diwaspadai.

Ini berarti, ada empat varian virus corona yang masuk kategori VoC: B.1.1.7 yang pertama kali ditemukan di Inggris, B.1.351 pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, serta B.1.1.28.1 alias P.1 pertama kali ditemukan di Brasil dan Jepang

Ilmuwan senior WHO Maria Van Kerkhove mengatakan pada Senin (10/5), ada "beberapa informasi yang tersedia untuk menunjukkan peningkatan penularan B.1.617", varian baru virus corona yang terdeteksi di India.

Dia juga merujuk pada studi awal yang “menunjukkan ada beberapa netralisasi yang berkurang”, referensi ke kemungkinan vaksin kurang efektif melawannya.

“Karena itu, kami mengklasifikasikan ini sebagai variant of concern di tingkat global,” ujarnya, seperti dikutip Al Jazeera.

Baca Juga: Waspada, ini 3 varian baru virus corona yang ada di Indonesia

Tiga mutasi virus corona lainnya yang menjadi perhatian WHO adalah varian yang pertama kali terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.

WHO mengklasifikasikan varian virus corona menjadi dua kategori: variant of interest (VoI) atau yang perlu mendapat perhatian dan VoC. 

Yang terakhir lebih menular, sulit dikendalikan, atau menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Belum ada bukti 

Tetapi, belum ada bukti bahwa tes virus corona, obat-obatan, atau vaksin kurang efektif terhadap varian India, menurut Van Kerkhove.

Baca Juga: WHO beri izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 buatan Sinopharm



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

×