kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Targetkan defisit APBN di bawah 3% pada 2023, begini strategi Sri Mulyani


Sabtu, 09 Januari 2021 / 08:30 WIB

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Khomarul Hidayat

Pemulihan ekonomi pun sebetulnya sudah mulai dirasakan pada 2021. “Di satu sisi capital inflow terjadi lagi dan kita harap tidak hanya inflow untuk surat berharga atau saham, tapi juga inflow foreign direct investment (FDI) yang kemudian bisa jadi salah satu pendorong ekonomi,” ujar Sri Mulyani  dalam Konferensi Pers APBN 2020, Rabu (6/1).

Di sisi lain, ekspor juga demikian, mulai membaik terutama di pengujung 2020 lalu. Hal ini disebabkan momentum pemulihan ekonomi di banyak negara mulai bangkgit, maka peningkatan ekspor akan terus didukung.

Sementara itu, untuk konsumsi dengan vaksinasi virus corona yang segera dilaksanakan akan menimbulkan confidence bagi masyarakat. Apabila vaksinasi berjalan dengan efektif, kegiatan dari mobilitas masyarakat tentu akan membaik.

Namun sambil menunggu vaksinasi beres, Sri Mulyani meminta masyarakat harus tetap menggunakan protokol kesehatan. Dus, konsumsi rumah tangga diharapkan berada di zona positif.

“Kalau ini terjadi, APBN akan lebih sehat karena ekonomi lebih sehat dan penerimaan dari pajak, bea cukai, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga meningkat sementara belanja dijaga tepat,” jelas Sri Mulyani.

Selanjutnya: Indonesia dapat vaksin gavi covax secara gratis, Sri Mulyani: Bisa hemat anggaran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

×