Ekonomi

Tahun ini, lelang wilayah tambang masih menunggu aturan turunan UU Minerba baru

Selasa, 19 Januari 2021 | 11:25 WIB   Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Tahun ini, lelang wilayah tambang masih menunggu aturan turunan UU Minerba baru

Dalam perencanaan lelang wilayah tambang pada tahun 2021, ada 8 blok WIUP yang sedang dalam proses evaluasi akhir untuk ditetapkan. "Tetapi, proses penetapan tersebut masih menunggu PP (Peraturan Pemerintah) turunan UU No. 3/2020 diterbitkan," kata Wafid.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sukmandaru Prihatmoko menyebut lelang wilayah tambang juga penting untuk menggairahkan investasi dan juga eksplorasi. Sebab, Indonesia dinilai perlu target-target area baru untuk menemukan tambahan deposit di berbagai komoditas tambang.

Namun dia menekankan bahwa investor memerlukan kepastian hukum dan investasi serta nilai KDI yang harus dipastikan kompetitif agar bisa menarik investor. Dia juga menekankan perlunya penerbitan PP dan aturan turunan UU Minerba.

"Jadi PP dan regulasi turunannya perlu dipercepat, sehingga UU Minerba baru bisa segera diimplementasikan. Lelang (wilayah tambang) adalah salah satu cara untuk menarik investor terutama di bidang eksplorasi," ungkapnya.

Lelang Tambang Diminati Investor?

Sukmandaru berpandangan, meski kondisi 2021 masih dibayangi pandemi covid-19, namun minat investor masih mungkin untuk dijaring. Asalkan, lelang wilayah tambang tersebut menarik dengan adanya penentuan wilayah yang akan dilelang berdasarkan potensi, data geologi serta prioritas komoditasnya.

"Walaupun kondisi memang sulit, tapi minat investor masih ada. Prioritas wilayah dan jenis komoditas harus dilakukan dengan baik, dengan objektif berimbang antara kepantingan investor dan negara," terangnya.

Senada, Ketua Indonesia Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo berpandangan bahwa industri pertambangan masih menarik bagi investor. Apalagi, harga komoditas tambang pada 2021 dan setelahnya diproyeksikan masih cukup menjanjikan.

Dari harga batubara, misalnya, di akhir 2020 dan awal 2021 terangkat ke level US$ 85-an per ton, setelah sebelumnya tertekan cukup lama. Bahkan harganya berada di bawah level mining cost untuk batubara kalori rendah. 

Editor: Handoyo .
Terbaru