kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Tahun Ini, Industri Multifinance Masih akan Melanjutkan Tren Penerbitan Obligasi


Senin, 17 Januari 2022 / 08:45 WIB

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

"Dengan memperhatikan data obligasi yang akan jatuh tempo tahun 2022 lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya, serta kondisi perekonomian yang diprediksi akan semakin baik, maka besar kemungkinan penerbitan obligasi baru tahun 2022 akan semakin semarak dibanding tahun 2021 lalu," jelas Stanley.

Sementara itu, Direktur BFI Finance Sudjono juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah merencanakan menerbitkan obligasi sebanyak dua kali di tahun ini. Masing-masing akan dilakukan di semester satu dan semester dua. Nilainya antara Rp 2 triliun - Rp 2,5 triliun.

"Kontribusi pendanaan dari obligasi masih sekitar 30% dari total pendanaan. Sementara, pinjaman bank masih mendominasi pendanaan di BFI Finance," ucap Sudjono.

Sementara itu, sebelumnya PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai bahwa di tahun 2022 jika kondisi pandemi tak memburuk akan melanjutkan tren positif di tahun 2021 lalu. Mengingat, baik itu perbankan ataupun investor mulai menaruh kepercayaan kembali pada sektor ini.

Secara umum, Hendro pun melihat bahwa pelaku usaha akan mengejar untuk segera menerbitkan surat utang saat suku bunga masih rendah di awal tahun ini. Sebelum, rencana kenaikan suku bunga benar terjadi.

Baca Juga: OJK Perpanjang Restrukturisasi Pembiayaan Multifinance Walau Trennya Melandai

"Investor mulai melihat multifinance cukup resilience, bisa bertahan di saat gelombang pandemi yang di awal tahun 2020 dan kemudian dengan kondisi pandemi yang masyarakat sudah mulai bisa beradaptasi sehingga kebutuhan untuk jasa pembiayaan juga mulai meningkat,” ujar Hendro beberapa waktu lalu.

Jika melihat mandat penerbitan obligasi yang diterima Pefindo hingga 30 November 2021 lalu ada tiga perusahaan multifinance yang akan menerbitkan obligasi. Adapun, nilainya mencapai Rp 2,55 triliun.

Sementara itu, jika menilik data Pefindo, industri multifinance telah menerbitkan surat utang hingga November 2021 senilai Rp 19,89 triliun. Angka tersebut telah melampaui capaian di tahun 2020 yang mencapai Rp 14,36 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

×