kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.566   37,00   0,21%
  • IDX 6.589   -88,86   -1,33%
  • KOMPAS100 866   -10,49   -1,20%
  • LQ45 656   -8,27   -1,25%
  • ISSI 230   -3,63   -1,55%
  • IDX30 365   -4,62   -1,25%
  • IDXHIDIV20 452   -4,51   -0,99%
  • IDX80 99   -1,12   -1,12%
  • IDXV30 126   -0,86   -0,68%
  • IDXQ30 117   -1,27   -1,08%

Tahun Ini, Industri Multifinance Masih akan Melanjutkan Tren Penerbitan Obligasi


Senin, 17 Januari 2022 / 08:45 WIB

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring dengan kembali bertumbuhnya tren pengajuan pembiayaan oleh nasabah, nampaknya industri multifinance masih akan melanjutkan tren penerbitan obligasi di tahun ini.

Beberapa perusahaan multifinance yang sudah memiliki rencana menerbitkan obligasi di tahun ini, salah satunya yaitu PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) yang terus menelaah untuk menerbitkan MTN maupun Obligasi dengan rencana jumlah penerbitan obligasi sekitar Rp 500 miliar.

"Dengan tujuan menambah diversifikasi sumber pendanaan, dan akan kita putuskan pada waktu yang tepat melihat perkembangan pasar modal. Komposisi pendanaan tetap akan berfokus pada pembiayaan bersama (Joint Finance) dan juga pendanaan dari perbankan," ungkap Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman kepada kontan.co.id, Minggu (16/1).

Ristiawan mengatakan, tren penerbitan obligasi multifinance diperkirakan semakin marak di tahun ini seiring pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik, terlebih perkembangan bisnis otomotif yang semakin menggeliat selaras peningkatan penjualan jumlah kendaraan baru.

Baca Juga: Restrukturisasi Multifinance Sudah Semakin Melandai

"Selain itu, tingkat SBI (Sertifikat Bank Indonesia) yang masih stabil mendukung banyaknya perusahaan yang mengeluarkan obligasi di tahun 2022," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya yakin dengan postur keuangan CNAF yang sehat dan baik, pengembalian kupon dan pokok obligasi dapat dilakukan sesuai dengan periode yang akan ditetapkan pada saat penerbitan obligasi. "Kami menargetkan pertumbuhan pendapatan dan keuntungan seiring kenaikan portfolio yang sehat di tahun 2022," tambah Ristiawan.

PT Mandiri Utama Finance (MUF) juga berencana menerbitkan surat berharga sebesar Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun di tahun ini, dengan tetap mempertimbangkan beberapa kondisi ekonomi dan kondisi pasar bursa berjangka. Nilai tersebut setara dengan 4,3%-8,6% dari target nilai pembiayaan tahun 2022.

"MUF sendiri sedang melakukan kajian dan persiapan penerbitan obligasi untuk pertama kali tahun ini. Jika pasar obligasi sesuai prediksi, maka secara teknis MUF siap untuk menerbitkan obligasi tahun ini," kata Direktur Utama MUF Stanley Setia Atmadja.

Stanley pun mengatakan bahwa rencana penerbitan obligasi tersebut juga diimbangi dengan pendanaan yang diterima dari pinjaman bank. Hal tersebut dilakukan untuk menumbuhkan nilai pembiayaan MUF.



TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×