kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Pemutihan Tunggakan & Batal Naik Tarif, BPJS Kesehatan Terancam Defisit?


Sabtu, 25 Oktober 2025 / 04:24 WIB
Pemutihan Tunggakan & Batal Naik Tarif, BPJS Kesehatan Terancam Defisit?
ILUSTRASI. Rencana pemerintah menghapus tunggakan iuran peserta sekaligus membatalkan kenaikan tarif BPJS Kesehatan pada 2026 menuai banyak tanggapan dari para ekonom. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menjelaskan bahwa dana Rp 20 triliun tersebut berbeda dari anggaran penghapusan tunggakan peserta.

“Setahu saya anggaran Rp 20 triliun terpisah dengan penghapusan tunggakan,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (23/10/2025).

Ghufron juga memastikan bahwa meski tarif iuran tak naik, kualitas pelayanan BPJS Kesehatan akan terus ditingkatkan pada 2026.

Beberapa langkah sudah disiapkan, antara lain peningkatan mutu layanan, penguatan program kendali biaya dan mutu, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam sistem pengelolaan.

Tonton: Pastikan Iuran Tak Naik, Purbaya Suntik BPJS Kesehatan Rp 20 Triliun

“Ketiga, kita berharap layanan kesehatan akan lebih baik dibanding sekarang atau sebelumnya,” imbuh Ghufron.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU

×