kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Ini kata Kadin soal pembentukan holding ultra mikro


Rabu, 30 Juni 2021 / 06:15 WIB

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

Pengusaha yang telah malang melintang di  sektor energi, media, keuangan, dan  teknologi  meyakini bahwa proses inbreng saham  Pegadaian dan PNM terhadap BRI sudah tepat. Kinerja PNM dan Pegadaian diproyeksikan Arsjad semakin prima. 

Apalagi, BRI memiliki akses pendanaan dan infrastruktur jaringan yang kuat. Di sisi lain, Pegadaian dan PNM memiliki konsep bisnis yang unik dan bisa semakin berkembang dengan sokongan induk usaha. 

Ia mencontohkan perusahaan negara lainnya, yaitu PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil membentuk  holding dan saling memperkuat satu sama lainnya. Bahkan, dengan adanya holding akan semakin tercipta efisiensi. 

Hal ini selain akan berpengaruh terhadap kinerja perseroan yang semakin positif, juga dapat memberikan manfaat lebih kepada pelaku usaha ultra mikro karena biaya pelayanan yang semakin murah.

Arsjad menambahkan, pengintegrasian ekosistem BUMN UMi diharapkan dapat mempercepat upaya pemulihan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan usaha ultra mikro di Indonesia yang sangat terdampak pandemi Covid-19. Mengingat, sektor UMKM dan ultra mikro merupakan penopang ekonomi nasional.

Selanjutnya: Bank Mandiri kucurkan pinjaman valas ke Kapuas Prima Coal (ZINC) US$ 96 juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×