kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Hantavirus Disebut Bisa Mematikan hingga 40%, Apakah RI Termasuk Wilayah Rawan?


Kamis, 07 Mei 2026 / 06:01 WIB
Hantavirus Disebut Bisa Mematikan hingga 40%, Apakah RI Termasuk Wilayah Rawan?
ILUSTRASI. Kasus kematian misterius di kapal pesiar MV Hondius mendadak jadi sorotan dunia. (REUTERS/Stringer)

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Kasus kematian misterius di kapal pesiar MV Hondius mendadak jadi sorotan dunia setelah WHO melaporkan tiga penumpang tewas diduga akibat infeksi hantavirus, virus langka yang berasal dari tikus dan bisa mematikan. 

Meski penularannya tidak secepat Covid-19, para ahli mengingatkan bahwa mobilitas manusia dan barang lintas negara tetap membuka celah virus ini masuk ke Indonesia, terutama lewat wilayah pelabuhan yang padat dan rawan tikus.

Dilansir dari Kompas.com, Senin (4/5/2026), kapal tersebut berada dalam perjalanan dari Ushuaia, Argentina menuju Tanjung Verde, Afrika.

Hantavirus merupakan virus langka yang ditularkan melalui hewan pengerat. Dari enam orang yang terdampak, tiga meninggal dunia dan satu lainnya dirawat di unit perawatan intensif (ICU).

WHO menyebut satu kasus telah terkonfirmasi, sementara lima lainnya masih dalam tahap dugaan. Saat ini, investigasi lanjutan termasuk pemeriksaan laboratorium dan analisis epidemiologi masih berlangsung.

Hantavirus merupakan penyakit langka yang dapat menular melalui paparan kotoran atau urin hewan pengerat dan berpotensi fatal dalam kasus berat.

Lantas, apakah hantavirus berpotensi masuk ke Indonesia? Dan bagaimana penularannya?

Baca Juga: Perang AS-Iran Bikin Harga BBM Pertamina Berubah 3 Kali, Ini Rinciannya

Apa Itu Virus Hanta?

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman menjelaskan, hantavirus adalah penyakit zoonosis akut dengan fatalitas kematian bisa mencapai 40 persen.

“Hantavirus adalah penyakit zoonosis akut, dengan fatalitas atau kematian bisa sampai 40 persen,” kata Dicky ketika dihubungi Kompas.com pada Rabu (6/5/2026).

Dicky mengatakan, berdasarkan karakteristik epidemiologisnya, reservoir utama dari virus tersebut adalah tikus atau mencit.

Penularannya berasal dari aerosol urin atau feses tikus, serta kontaminasi lingkungan tertutup. Hal inilah yang membuat lokasi kapal pesiar menjadi sangat berisiko.

Namun, Dicky menegaskan bahwa penularan antar manusia tidak dominan.

“Tapi secara umum, dia tidak dominan penularan antar manusia, kecuali ada strain tertentu seperti Andes virus, tapi itu pun di Amerika Selatan,” kata Dicky.

Bukan Penularan Antar Manusia

Dicky menjelaskan bagaimana penularan hantavirus bisa terjadi di kapal pesiar.

"Sumber utamanya itu adalah tikus, bukan manusia. Penularan terjadi karena aerosol dari urin, feses, atau air liur tikus yang mengering terhirup, dari debu terkontaminasi di ruang tertutup, misalnya di gudang, kabin, ruang logistik," kata Dicky.

Dalam skenario tertentu, kapal dapat bersandar di pelabuhan dengan populasi tikus tinggi.

"Tikusnya masuk ke gudang makanan, ruang logistik, atau ventilasi yang tertutup sehingga aerosol terhirup oleh awak atau penumpang," kata Dicky.

Menurut Dicky, kondisi ini dapat terjadi bila standar sanitasi dan screening rodensia di pelabuhan lemah.

"Ini artinya mekanisme penularannya adalah lingkungan terkontaminasi terlebih dahulu oleh kotoran atau cemaran tikus tadi, terhirup, dan akhirnya terinfeksi manusianya," jelas Dicky.

Ia menegaskan, hantavirus berbeda dengan Covid-19.

"Dan ini bukan penularan antar penumpang secara masif, tidak. Beda dengan Covid-19. Jadi bukan seperti wabah penyakit infeksi saluran napas," lanjutnya.

Gejala akibat virus tersebut antara lain demam, fase paru akut, edema paru, pembengkakan, hingga syok.

Dicky mengatakan, karena tingkat kematiannya yang tinggi, pasien umumnya harus segera mendapatkan pertolongan di ICU.

Baca Juga: Pertalite Hilang di Sejumlah SPBU Jakarta, Ini Penjelasan Pertamina

Cara Penularan Hantavirus Menurut Epidemiolog

Jalur Penularan Penjelasan
Aerosol urin/feses tikus Debu terkontaminasi terhirup di ruang tertutup
Kontaminasi lingkungan Gudang makanan, kabin, ruang logistik
Tikus masuk dari pelabuhan Risiko meningkat jika pelabuhan padat tikus
Penularan antar manusia Tidak dominan (kecuali strain tertentu seperti Andes virus)

Gejala dan Tingkat Bahaya Hantavirus

Aspek Penjelasan
Fatalitas Bisa mencapai 40%
Gejala awal Demam
Gejala berat Sesak napas akut, edema paru, syok
Penanganan Kasus berat umumnya butuh ICU



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×