kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.198   148,00   0,82%
  • IDX 5.327   -267,44   -4,78%
  • KOMPAS100 699   -37,80   -5,13%
  • LQ45 530   -27,95   -5,01%
  • ISSI 185   -10,01   -5,15%
  • IDX30 300   -16,12   -5,10%
  • IDXHIDIV20 373   -18,99   -4,85%
  • IDX80 80   -4,15   -4,95%
  • IDXV30 103   -3,22   -3,02%
  • IDXQ30 96   -5,74   -5,62%

BI masih enggan beberkan implementasi LCS dengan China


Senin, 26 Juli 2021 / 06:35 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

Perry berharap, dengan penyatuan ini, berarti tidak hanya memfasilitasi investasi asing langsung dari China saja, tetapi juga investasi portofolio.

Sebagai tambahan informasi, sebelum dengan China, Indonesia juga sudah memiliki kerja sama LCS dengan bank sentral Jepang, Bank Negara Malaysia, juga Bank of Thailand. Tak hanya sebatas kesepakatan, BI getol dalam menempuh langkah-langkah untuk memperkuat manfaat dari jalinan ini.

Seperti contohnya, BI rajin melakukan pertemuan dengan dunia usaha, baik itu eksportir maupun importir di dalam negeri. Kantor perwakilan BI di negara-negara tersebut juga rajin melakukan pertemuan dengan eksportir dan importir di sana.

Baca Juga: Penerapan kerja sama LCS Indonesia - China akan dimulai pada Juli 2021

Dari beberapa kebijakan yang ada, perkembangan transaksi yang lebih pesar adalah dengan Jepang. Hal ini disebabkan kegiatan ekonomi Indonesia dengan Jepang cukup tinggi, baik itu di investasi maupun perdagangan.

Hingga saat ini, transaksi dengan Jepang tercatat ekuivalen US$ 100 juta per bulan. Kemudian dengan Malaysia sekitar ekuivalen US$ 50 juta per bulan, dan dengan Thailand sekitar ekuivalen US$ 15 juta per bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

×