kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Begini strategi investasi dana pensiun pada tahun ini


Kamis, 04 Maret 2021 / 11:10 WIB

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

Sementara itu Dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) Syariah Muamalat mencatat, return saham, baik IHSG maupun indeks syariah justru mengalami penurunan rata-rata sekitar 2%. Adapun pada Februari 2021 baru mengalami kenaikan rata2 sekitar 6%. 

Senior Vice President & Executive DPLK Syariah Muamalat Sulistyowati mengatakan, tidak banyak perubahan alokasi asset dalam pengelolaan investasi DPLK Muamalat, karena semua itu pilihan peserta.

"Jadi dari peserta tidak ada gejolak untuk memindahkan paket investasinya. Porsi investasi per Februari 2021 untuk deposito 69%, produk pasar modal 31%," ujar Sulistyowati.

Baca Juga: Meski risiko kredit naik, bank meyakini NPL tahun ini tetap terjaga

Pihaknya juga menargetkan pertumbuhan dana kelolaan sebesar 8%-10% pada tahun ini, hampir sama dengan pertumbuhan di tahun 2020.

Ia mengungkapkan, strategi investasi dana pensiun pada 2021 lebih mengedepankan kualitas portfolio, mengingat pergerakan ekonomi dan investasi masih berada dalam kondisi ketidakpastian.

Sementara itu dengan kasus dugaan korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menurutnya, murni penurunan investasi (unrealized gain) yang juga dialami financial institution lainnya. Portfolio saham mereka sebagian besar pada LQ45 yang sebelumnya mengalami penurunan karena penurunan harga saham dan saat ini berangsur mengecil.

"Bagi kami, ini bisa jadi pelajaran tidak ada yang bisa memprediksi pergerakan pasar saham, karena itu, porsi kami di saham tidak terlalu besar (kurang dari 10%)," imbuh Sulistyowati.

Selanjutnya: Pada awal tahun, BRI salurkan KUR senilai Rp 11,36 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×