Bakal dibentuk holding, begini strategi pengembangan panas bumi dari tiga BUMN

Rabu, 24 Februari 2021 | 08:35 WIB   Reporter: Filemon Agung
Bakal dibentuk holding, begini strategi pengembangan panas bumi dari tiga BUMN

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang mengkaji rencana pembentukan holding panas bumi yang berisi tiga BUMN yang bergerak di sektor tersebut.

Ketiga BUMN yang dijajaki untuk dilebur adalah PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PT Geo Dipa Energi (Persero), dan PT PLN Geothermal.

Direktur Utama Geo Dipa Riki F. Ibrahim mengungkapkan, saat ini perusahaan berfokus pada pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) eksisting yang dimiliki di Dieng dan Patuha.

"Penambahan kapasitas pada WKP yang telah dimiliki dan telah memiliki kepastian pembeli listrik dan komitmen pendanaan," kata dia kepada Kontan.co.id, Selasa (23/2).

Adapun, sejumlah proyek tersebut meliputi proyek small scale 10 MW Dieng, Proyek 2X55 MW Dieng Unit-2, dan Patuha Unit-2 serta pengeboran pemerintah di Waesano, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga: Analis: Holding panas bumi BUMN dinilai potensial masuk bursa saham

Geo Dipa sendiri saat ini tercatat memiliki WKP dengan total kapasitas 1.085 MW.

Riki melanjutkan, sejumlah eksplorasi lanjutan juga akan dilakukan Geo Dipa antara lain prospek area Candradimuka Dieng, Cimanggu Patuha, Candi Umbul Telomoyo dan Arjuno Wilerang.

Saat ini ada sejumlah kegiatan eksplorasi dimana Geo Dipa terlibat sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan untuk kegiatan eksplorasi penugasan di Waesano (NTT), Jailolo (Maluku Utara), Nage (NTT) dan Bittuang (Sulawesi Selatan). Potensi dari kegiatan eksplorasi sejumlah wilayah ini mencapai 144 MW.

"Ini merupakan langkah percepatan dan penurunan resiko explorasi panas bumi agar setelah itu dapat diharapkan memberikan harga energi listrik yang terjangkau dan berkeadilan," sambung Riki.

Adapun, hasil eksplorasi dari kegiatan pengeboran ini nantinya akan ditenderkan oleh pemerintah kepada IPP panas bumi.

Sementara itu, Government & Public Relation Manager Pertamina Geothermal Energy Sentot Yulianugroho menuturkan, untuk tahun ini pihaknya bakal berfokus pada pengoperasian dan pemeliharaan aset eksisting.

Selain itu, PGE juga tengah melakukan tahapan persiapan pembangunan PLTP Lumut Balai Unit 2 di Sumatra Selatan.

"(Juga) joint study pengembangan panas bumi secara terpisah dengan PLN GG dan Medco di Wilayah Kerja PGE, Wilayah Kerja PLN dan Wilayah Kerja Medco serta inisiasi pemanfaatan langsung panas bumi," kata Sentot kepada Kontan.co.id, hari ini. 

Hingga saat ini PGE tercatat mengelola 1.877 MW kapasitas terpasang yang terdiri dari 672 MW pengoperasian sendiri dan 1.205 MW Joint Operation Contract (JOC).

Baca Juga: Ini 3 proyek PLTP yang digarap PLN Gas & Geothermal tahun 2021

Sementara itu, PLN Geothermal saat ini tercatat mengelola kapasitas sekitar 454,5 MW yang terdiri dari 12,5 MW yang telah beroperasi yakni PLTP Ulumbu (10 MW) dan PLTP Mataloko (2,5 MW). Kemudian 230 MW dalam tahapan rencana eksplorasi dan 212 MW untuk eksplorasi yang sedang berjalan.

Merujuk data yang diperoleh Kontan, per 2020 lalu Geo Dipa tercatat memperoleh pendapatan sebesar Rp 879 miliar dan laba bersih Rp 191 miliar. Aset Geo Dipa pada tahun lalu tercatat sebesar Rp 4,75 triliun.

Sementara itu, per 2019 PGE membukukan pendapatan sebesar Rp 9,336 miliar dan laba bersih Rp 1,338 miliar dengan aset mencapai Rp 35,98 triliun.

Adapun, total aset PLN GG per 2019 tercatat sebesar Rp 16,4 triliun.

 

Selanjutnya: PLN-Pertamina siap bentuk holding BUMN panas bumi

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Anna Suci Perwitasari
Terbaru