kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

AS siap berdiskusi untuk benar-benar mengakhiri Perang Korea


Kamis, 23 September 2021 / 21:35 WIB

Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Pada 27 Juli 1953, Perang Korea dihentikan melalui kesepakatan gencatan senjata. Perjanjian gencatan senjata ditandatangani wakil dari Korea Utara, China, dan AS.

Presiden Korea Selatan saat itu Syngman Rhee menolak untuk menandatanganinya tapi berjanji untuk menghormati perjanjian tersebut.

"Ketika pihak-pihak yang terlibat dalam Perang Korea berdiri bersama dan menyatakan berakhirnya perang, saya yakin kita dapat membuat kemajuan yang tidak dapat diubah dalam denuklirisasi dan mengantarkan era perdamaian penuh," kata Moon di hadapan Majelis Umum PBB.

Bukan cuma itu, Moon juga percaya, deklarasi ini mampu membuat Korea Utara patuh pada aturan denuklirisasi. Di sisi lain, pihak AS berpendapat Korea Utara harus menyerahkan senjata nuklirnya terlebih dahulu.

Presiden AS Joe Biden juga menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB pada Selasa. Ia juga menyinggung masalah dua Korea dan mengatakan, AS sedang mencari langkah diplomasi yang serius dan berkelanjutan untuk mengejar denuklirisasi lengkap di Semenanjung Korea.

Selanjutnya: Presiden Korea Selatan berharap ada deklarasi resmi untuk mengakhiri Perang Korea

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×