kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Amerika Segera Ucapkan Selamat Tinggal kepada Panda-Panda China


Selasa, 07 November 2023 / 11:22 WIB
Amerika Segera Ucapkan Selamat Tinggal kepada Panda-Panda China
ILUSTRASI. Kebun Binatang AS pada bulan lalu mengumumkan bahwa ketiga panda mereka akan kembali ke China pada 15 November 2023.

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Penjaga hewan dan kurator di Kebun Binatang Nasional telah mempersiapkan panda untuk perjalanan 20 jam dengan melatih mereka di kandang.

“Panda-panda sangat menyukai kandangnya,” kata penjaga hewan Mariel Lally, yang ikut bepergian bersama mereka dengan penerbangan sewaan FedEx. “Beberapa panda, seperti Mei Xiang, sebenarnya tidak ingin meninggalkan kandangnya.”

“Kami harus menyuap mereka dengan makanan agar mereka bisa keluar dari situasi tersebut,” tambahnya.

Panda diperkirakan menghabiskan sebagian besar waktu penerbangannya untuk tidur dan makan. Pihak kebun binatang berencana membawa sekitar 200 pon bambu untuk penerbangan tersebut, selain makanan lain seperti apel, wortel, dan ubi jalar.

Mei Xiang dan Tian Tian tiba di Kebun Binatang Nasional pada tahun 2000 berdasarkan perjanjian 10 tahun yang telah diperbarui tiga kali sejak tahun 2010. Xiao Qi Ji, yang namanya berarti “keajaiban kecil”, lahir pada tahun 2020 sebagai hasil inseminasi buatan.

Upaya untuk memperbarui perjanjian panda di kebun binatang, yang berakhir pada 7 Desember, tidak berhasil.

Laurie Thompson, asisten kurator panda raksasa di kebun binatang, mengatakan kembalinya ketiganya ke China akan sulit bagi penjaga yang menjaga mereka lebih sering daripada mereka menjaga keluarganya sendiri.

Baca Juga: Sinyal Kim Jong Un kepada Joe Biden: Korut menanti langkah Anda, Tuan Presiden

“Agak menyedihkan tidak adanya mereka di sini,” katanya.

Menurut Washington Post, penarikan panda-panda dari seluruh dunia memiliki alasan tersendiri.

“Ini mungkin cara Beijing memberi isyarat kepada Barat bahwa mereka mungkin tidak senang dengan apa yang terjadi,” jelas Chee Meng Tan, seorang profesor di Universitas Nottingham di Malaysia yang mempelajari “diplomasi panda,” mengatakan kepada Washington Post. 

Menurut Tan, Beijing semakin frustrasi dengan memburuknya hubungan antara China dan Barat dalam beberapa tahun terakhir.  

“Ini mungkin salah satu cara untuk memberitahukan hal itu kepada orang-orang. ‘Anda tidak memperlakukan kami dengan baik, jadi mungkin kami akan menarik keluar panda-panda kami,’” tambahnya.



TERBARU

×