kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.840   53,00   0,32%
  • IDX 8.145   -1,84   -0,02%
  • KOMPAS100 1.147   1,44   0,13%
  • LQ45 835   1,97   0,24%
  • ISSI 286   -1,01   -0,35%
  • IDX30 436   3,11   0,72%
  • IDXHIDIV20 525   5,43   1,04%
  • IDX80 128   0,32   0,25%
  • IDXV30 143   1,12   0,79%
  • IDXQ30 141   1,39   0,99%

WHO sangat khawatir dengan Long COVID-19, ini gejala umumnya


Kamis, 05 Agustus 2021 / 23:05 WIB
WHO sangat khawatir dengan Long COVID-19, ini gejala umumnya

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Dengan hampir 200 juta orang mengidap COVID-19, WHO mengatakan pada Rabu (4 Agustus), sangat prihatin dengan jumlah tak diketahui yang masih menderita COVID-19 berkepanjangan atawa Long COVID-19.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mendesak orang-orang yang berjuang dengan dampak setelah negatif dari COVID-19, meskipun telah pulih dari fase akut, untuk mencari bantuan medis.

Long COVID-19 menjadi salah satu aspek pandemi yang paling misterius.

"Sindrom pasca-COVID ini, atau Long COVID, adalah sesuatu yang sangat dikhawatirkan oleh WHO," kata Maria Van Kerkhove, Pemimpin Teknis COVID-19 di WHO, mengatakan pada konferensi pers.

"WHO memastikan, kami memiliki pengakuan atas ini (Long COVID-19), karena ini nyata," ujar dia, seperti dikutip Channel News Asia.

Baca Juga: WHO serukan moratorium booster vaksin COVID-19, ini alasannya

Ada 200 gejala Long Covid

Menurut Van Kerkhove, tentang mereka yang terinfeksi SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan penyakit COVID-19, "banyak yang menderita efek jangka panjang".

"Kami tidak tahu berapa lama efek ini bertahan dan kami bahkan sedang mengerjakan definisi kasus untuk lebih memahami dan menggambarkan apa sindrom pasca-COVID ini," ungkap Van Kerkhove.

Dia menyebutkan, WHO sedang bekerja untuk memiliki program rehabilitasi yang lebih baik untuk penderita Long COVID-19. 

Ditambah, penelitian yang lebih luas untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang sindrom ini dan bagaimana hal itu bisa dikelola.

Baca Juga: Peringatan WHO: Minggu ini, kasus COVID-19 global bisa melebihi 200 juta



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×