kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.546.000   5.000   0,32%
  • USD/IDR 16.205   -5,00   -0,03%
  • IDX 7.065   -15,76   -0,22%
  • KOMPAS100 1.047   -0,56   -0,05%
  • LQ45 821   -0,42   -0,05%
  • ISSI 210   -0,21   -0,10%
  • IDX30 422   -0,40   -0,10%
  • IDXHIDIV20 504   -0,41   -0,08%
  • IDX80 120   -0,22   -0,18%
  • IDXV30 123   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 140   -0,22   -0,16%

Wabah Terburuk sejak Wuhan, Xi Jinping Minta Pembersihan Covid-19 Sesegera Mungkin


Jumat, 18 Maret 2022 / 13:53 WIB
Wabah Terburuk sejak Wuhan, Xi Jinping Minta Pembersihan Covid-19 Sesegera Mungkin
ILUSTRASI. Warga melakukan tes Covid-19 di Shanghai, China, Rabu (16/3/2022). Presiden China Xi Jinping memerintahkan tindakan pencegahan Covid-19 yang lebih efektif. cnsphoto via REUTERS.

Sumber: Channel News Asia,Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Presiden China Xi Jinping memerintahkan tindakan pencegahan Covid-19 yang lebih efektif, dan meminimalkan dampak gelombang kasus baru terhadap pembangunan ekonomi.

China sedang memerangi gelombang terbesar kasus Covid-19 yang ditularkan secara lokal sejak mengatasi wabah awal yang berpusat di Kota Wuhan pada awal 2020.

Bahkan, ketika sebagian besar dunia melonggarkan atau mengakhiri pembatasan, jutaan orang di China Timur Laut berada di bawah penguncian.

Pihak berwenang China juga memberlakukan pembatasan pada kegiatan bisnis dan transportasi di kota-kota besar seperti Shenzhen.

Lebih dari dua lusin wilayah melaporkan lonjakan kasus dalam beberapa minggu terakhir, meskipun angkanya kecil menurut standar global. 

Baca Juga: Melonjak 2 Kali Lipat, Wabah Covid-19 di China Saat Ini Paling Serius sejak Wuhan

Lonjakan kasus memberikan tekanan pada kebijakan "pembersihan dinamis" China yang bertujuan untuk mengekang gejolak dengan cepat saat muncul.

"China harus mengekang momentum penyebaran virus sesegera mungkin, sambil tetap berpegang pada kebijakan pembersihan dinamis," kata Xi, Kamis (17/3), dalam pertemuan Politbiro, badan pembuat keputusan utama Partai Komunis, seperti dilansir Reuters mengutip laporan televisi Pemerintah China.

Pejabat di daerah dengan wabah serius harus memperlakukan pekerjaan pengendalian Covid-19 sebagai prioritas utama mereka. Dan, mereka yang melalaikan tugas menyebabkan wabah di luar kendali harus bertanggungjawab, televisi Pemerintah China menyebutkan.

Shenzhen mulai melonggarkan penguncian

Pada Jumat (18/3), China melaporkan 4.365 infeksi baru, menurut data Komisi Kesehatan Nasional.

Baca Juga: WHO Sebut Kasus Covid-19 Saat Ini Hanyalah Puncak Gunung Es, Ini Alasannya

Meski begitu, melansir Channel News Asia, Shenzhen mulai melonggarkan tindakan penguncian. Kota berpenduduk 17,5 juta jiwa itu di bawah penguncian penuh sejak Minggu (13/7).

Seiring sejumlah pelonggaran, Shenzhen mengizinkan operasi pabrik dan transportasi umum di empat distrik dan zona ekonomi khusus, Pemerintah Kota Shenzhen mengatakan pada Kamis (17/3) malam.

Langkah-langkah baru di Shenzhen untuk menyeimbangkan "pencegahan dan pengendalian epidemi dengan pembangunan ekonomi dan sosial", menurut pemberitahuan dari Satgas Penanganan Covid-19 Shenzhen.

Pemberitahuan itu menambahkan, situasi epidemi Shenzhen "tetap parah, tetapi umumnya bisa  dikendalikan". Dan, kota itu telah menyelesaikan dua putaran pengujian massal Covid-19 pada penduduknya.

Sementara delapan pejabat Shenzhen telah diberhentikan sejauh ini karena dianggap lalai menangani wabah tersebut, pemberitahuan pada Jumat (18/3) di akun Weibo resmi Pemerintah Kota Shenzhen mengungkapkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Bond Voyage Mastering Strategic Management for Business Development

×