kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Timah (TINS) fokus garap proyek smelter berteknologi TSL Ausmelt pada tahun 2021


Selasa, 09 Februari 2021 / 04:45 WIB

Reporter: Dimas Andi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen timah dan logam dasar PT Timah Tbk (TINS) terus fokus menyelesaikan pembangunan smelter pemurnian timah berteknologi TSL Ausmelt Furnace.

Sekretaris Perusahaan Timah Muhammad Zulkarnaen menyampaikan, proyek smelter TSL Ausmelt merupakan proyek multiyear yang ditargetkan selesai sesuai jadwal pada tahun 2022 mendatang. Tadinya, target operasional proyek ini ditetapkan pada tahun 2021. Namun, akibat efek pandemi Covid-19, TINS terpaksa memundurkan target penyelesaian smelter tersebut.

Sepanjang tahun 2020 lalu, aktivitas proyek yang telah selesai dilakukan TINS antara lain penandatanganan kontrak engineering, procurement, and construction (EPC), peletakan batu pertama, dan konstruksi.

Baca Juga: Royalti batubara IUPK diusulkan progresif hingga 20%, penerimaan negara bisa naik 7%

“Untuk tahun ini, aktivitas proyek TSL Ausmelt difokuskan pada penyelesaian civil construction dan instalasi peralatan utama serta peralatan pendukung,” tutur dia, hari ini (8/2).

Manajemen TINS menyediakan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,95 triliun pada tahun ini. Belanja modal yang ditujukan untuk proyek smelter TSL Ausmelt ditetapkan sebesar Rp 545 miliar. 

Dana ini merupakan bagian dari rencana peningkatan kapasitas produksi TINS. “Pendanaan capex kami berasal dari long term financing melalui export credit agency,” tambah Zulkarnaen.

Proyek yang berlokasi di Muntok, Bangka Barat ini dilakukan di atas lahan seluas 2,1 hektare (ha). TINS bekerja sama dengan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) guna menggarap proyek tersebut.

Baca Juga: Emiten nikel siap jaga produksi tahun ini

Dia melanjutkan, beroperasinya smelter TSL Ausmelt kelak akan memberi dampak terhadap peningkatan produksi logam dan optimalisasi biaya produksi logam TINS di masa depan. Sebab, smelter ini memiliki keunggulan dibandingkan fasilitas tanur (furnace) tetap.



TERBARU

×