Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Pada awal Ramadan 2026, harga cabai rawit merah masih bertengger di atas harga acuan penjualan (HAP) nasional. Pelaku usaha memproyeksikan harga baru akan kembali normal setelah Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2026.
Mengacu data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga rata-rata nasional cabai rawit merah saat ini mencapai Rp76.198 per kilogram (kg). Angka tersebut sekitar 33,68% di atas HAP nasional yang berada di rentang Rp40.000–Rp57.000 per kg.
Jakarta Tertinggi, Sultra Terendah
Berdasarkan data per provinsi, harga tertinggi tercatat di DKI Jakarta yang menembus Rp105.333 per kg. Sementara harga terendah berada di Sulawesi Tenggara, yakni Rp45.340 per kg.
Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid, mengungkapkan saat ini tanaman cabai rawit merah sudah mulai memasuki masa panen. Namun, panen raya umumnya terjadi pada panen kelima atau keenam.
“Kalau satu kali panen itu intervalnya lima hari, berarti kalau sampai panen keenam itu butuh waktu sekitar 30 hari. Jadi, kemungkinan pasokan akan banyak setelah Lebaran,” ujarnya saat dihubungi Kontan, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga: Kebutuhan Ramadan Murah: Kemendag Gelar Pasar Hingga Hari Ini (20/2)
Cuaca Hujan Picu Gangguan Produksi
Hamid menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit merah dipicu oleh cuaca dengan intensitas hujan tinggi yang terjadi terus-menerus. Kondisi tersebut membuat tanaman cabai rentan terserang jamur.
“Biasanya petani tidak boleh telat menyemprot (obat antijamur), apalagi kalau hujan terus. Kebanyakan masalahnya di situ,” imbuhnya.
Di tingkat konsumen, harga cabai rawit merah bahkan ada yang menyentuh Rp120.000 per kg. Meski demikian, di pasar induk harga relatif lebih rendah.
Di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, harga cabai rawit merah masih berada di kisaran Rp80.000–Rp85.000 per kg.
Sebagai perbandingan, harga cabai merah keriting berada di rentang Rp30.000–Rp35.000 per kg di tingkat pasokan dan dijual sekitar Rp50.000 per kg di pasar. Sementara cabai merah besar harganya hampir setara dengan cabai keriting.
Baca Juga: Tiket DAMRI: Hemat Besar Mudik Ramadan 2026, Cek Rutenya!
Intervensi FDP untuk Tekan Selisih Harga
Hamid menilai harga cabai rawit merah kemungkinan masih bertahan tinggi hingga pasca-Ramadan. Namun, intervensi pemerintah melalui Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) dinilai dapat membantu menekan disparitas harga antarwilayah.
Ia mencontohkan, di sejumlah wilayah Sulawesi harga cabai rawit merah masih berkisar Rp45.000–Rp50.000 per kg. Pasokan dari daerah tersebut dapat disalurkan ke Jawa atau Jakarta dengan dukungan subsidi ongkos kirim dari pemerintah.
“Itu bisa dimasukkan ke pasar di Jawa atau Jakarta dengan harga yang sama, dengan ongkos kirim yang dibayar oleh fasilitas pemerintah,” jelasnya.
Dengan adanya subsidi distribusi melalui FDP, selisih harga antar daerah dapat ditekan sehingga harga di tingkat konsumen lebih terkendali.
Tonton: THR ASN 2026 Cair Awal Ramadhan! Menkeu Siapkan Rp 55 Triliun
Pemerintah Koordinasi Jaga Pasokan
Sebelumnya, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menyatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan asosiasi petani terkait kenaikan harga cabai.
Menurutnya, faktor cuaca terutama curah hujan tinggi menyebabkan distribusi terganggu meskipun produksi relatif tersedia.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan distribusi terganggu sehingga berdampak pada pergerakan harga. Koordinasi terus kami lakukan untuk memastikan pasokan kembali lancar,” ujarnya di kantor Kementerian Perdagangan, Rabu (18/2/2026).
Selanjutnya: Nasib Rupiah Jumat: Pelaku Pasar Cermati Data Penting AS Ini
Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Kabupaten Karanganyar 2026: Panduan Lengkap Ibadah, Catat yuk
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)