kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Tahun 2021, target jumlah desa tertinggal menurun hingga 17.162 desa


Jumat, 04 Juni 2021 / 04:45 WIB

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) menyusun tujuh target kinerja prioritas pada tahun 2022 mendatang. Adapun salah satu target yang dicanangkan Kemendesa PDTT ialah menurunkan jumlah desa tertinggal hingga di angka 14.402 desa pada tahun depan.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar memaparkan, untuk tahun 2021 ini ditargetkan jumlah desa tertinggal menurun hingga 17.162 desa.

Penurunan jumlah desa tertinggal masuk dalam target kinerja program perkembangan status pembangunan desa. Selain menurunkan jumlah desa tertinggal, Abdul Halim juga menargetkan bertambahnya desa mandiri dan desa berkembang pada tahun 2022.

Baca Juga: Alokasi pagu indikatif Kemendesa PDTT tahun 2022 sebesar Rp 3,10 triliun

"Berkembangnya status pembangunan desa target 2022 adalah 3.944 desa mandiri. Sedangkan jumlah desa berkembang menjadi 56.791 desa dan jumlah desa tertinggal harus menurun berkurang sampai pada posisi 14.402 desa," tutur Abdul Halim saat Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (3/6).

Kemudian program prioritas kedua ialah, meningkatkan status perkembangan kawasan pedesaan. Adapun indikatornya ialah nilai rata-rata indeks perkembangan 62 kawasan perdesaan prioritas nasional ditargetkan naik ke level 55,5.



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Inventory Management: From Chaos to Control

×