kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Raja Swedia akui negaranya salah karena tidak menerapkan lockdown


Jumat, 18 Desember 2020 / 09:11 WIB
Raja Swedia akui negaranya salah karena tidak menerapkan lockdown
ILUSTRASI. Raja Swedia mengatakan, negaranya telah gagal dalam penanganan Covid-19. REUTERS/Darren Whiteside

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Raja berusia 74 tahun itu tidak memiliki kekuatan politik formal dan jarang berkomentar tentang masalah saat ini dan politik, meskipun ia telah beberapa kali menyampaikan pidato untuk memberikan semangat selama wabah.

Pada musim semi, tanggapan pemerintah terhadap pandemi didukung secara luas oleh warga Swedia yang melakukan kegiatan seperti biasa, sementara sebagian besar Eropa memberlakukan kebijakan penguncian.

Baca Juga: Selidiki asal usul virus corona, tim WHO akan berkunjung ke China awal Januari 2021

Tetapi meningkatnya jumlah korban tewas - terutama di antara penghuni panti jompo - telah menuai kritik yang meningkat.

Sebuah jajak pendapat di harian Dagens Nyheter pada hari Kamis menunjukkan sekitar sepertiga warga Swedia menyatakan tingkat kepercayaan yang tinggi dalam penanganan pandemi oleh pihak berwenang, turun dari 42% pada Maret dan puncak 56% setelah jeda infeksi pada musim panas.

Selanjutnya: Peringatan WHO: Ada risiko tinggi kebangkitan lebih lanjut virus corona di Eropa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

×