kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Simak peta pemilik baru dari perbankan kecil di Indonesia


Kamis, 21 Oktober 2021 / 10:35 WIB

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan kecil bakal kedatangan investor baru guna membantu memenuhi permodalan sesuai dengan ketentuan regulator. Seperti diketahui, dalam dua bulan ke depan, semua bank umum konvensional sudah mesti memiliki modal inti minimal Rp 2 triliun.

PT Bank Bisnis Internasional Tbk yang masih memiliki modal inti di bawah Rp 2 triliun, resmi dikendalikan oleh PT Finaccel Teknologi Indonesia atau Kredivo. Fintech. Perusahaan tersebut telah menguasai 40% saham bank berkode saham BBSI itu per 15 Oktober 2021, naik dari sebelumnya hanya mengempit 24%.

Perubahan struktur pemegang saham BBSI ini terjadi menjelang  rights issue yang akan digelar perseroan pada November 2021. Kredivo membeli saham dari pemegang saham eksisting lainnya. Itu tercermin dari penurunan porsi kepemilikan mereka.

Berdasarkan keterbukaan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/10),  kepemilikan PT Sun Land Investama berkurang dari 19,76% menjadi 13,2%. Porsi PT Sun Antarnusa Investment juga menyusut dari 14,94% menjadi 10,5%, dan  Sudjono Suriadi yang sebelumnya masih menguasai 25% kini tinggal 20%.

Baca Juga: Bank Allo (BBHI) akan kedatangan investor baru, CT hanya serap 30% rights issue

Sekedar mengingatkan, BBSI akan melakukan rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 434.782.609 saham baru atau 12,56% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Saat dikonfirmasi apakah Kredivo akan jadi pembeli siaga dalam rights issue itu, Sekretaris Perusahaan Bank Bisnis Susanti Krisnawati belum memberikan jawaban hingga artikel ini diturunkan pada Rabu (20/10).

Hingga saat ini, masih banyak banyak yang memiliki modal inti di bahwa Rp 2 triliun. Bank-bank tersebut antara lain Bank SBI Indonesia, Bank Jasa Jakarta, Bank Index Selindo, Bank Mayora, Bank Sahabat Sampoerna, Bank Fama Internasional,  PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA), PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA), PT Bank Ganesha Tbk (BGTG), dan  PT MNC Bank International Tbk (BABP)

Lalu ada  PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI), PT Bank National Nobu Tbk (NOBU), PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR), PT Bank JTRUST Indonesia Tbk (BCIC), PT BPD Banten Tbk (BEKS).

 



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

×