Satgas Covid-19 bagikan 5 informasi penting soal varian Delta di Indonesia

Senin, 26 Juli 2021 | 11:12 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Satgas Covid-19 bagikan 5 informasi penting soal varian Delta di Indonesia

ILUSTRASI. Data yang dihimpun Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan, kasus aktif virus corona di Indonesia melonjak tajam akibat varian Delta. KONTAN/Fransiskus Simbolon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data yang dihimpun Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan, kasus aktif virus corona di Indonesia melonjak tajam dalam beberapa minggu terakhir. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah varian Delta yang tingkat penyebarannya lebih tinggi dari pada varian pertama virus penyebab Covid-19.

Berikut adalah 5 info penting tentang varian Delta seperti yang Kontan himpun dari situs Covid19.go.id

1. 95% Kasus Covid-19 di Indonesia dalam 3 minggu terakhir adalah varian Delta

Menurut Sugiyono Saputra, Ketua Tim WGS SARS-CoV-2 LIPI, data yang dilansir dari GISAID menunjukkan selama 3 minggu terakhir, lebih dari 95% kasus Covid-19 merupakan varian Delta. 

"Dan sisanya adalah varian Alfa dan varian lokal Indonesia," jelas Sugiyono, Jumat (16/7/2021).

Baca Juga: Varian delta, penyakit pernapasan paling menular yang pernah diketahui ilmuwan

2. 20% Lebih menular dari varian Alfa

Varian Delta disebut 20% lebih menular daripada varian Alfa. Padahal, varian Alfa sendiri lebih menular 50% dari virus SARS-CoV-2 yang pertama. 

Lingkungan tanpa penanganan Covid-19 seperti tdak mengenakan masker atau melakukan vaksinasi, bisa menyebabkan:

- Satu orang terinfeksi Covid-19 dari strain pertama, rata-rata menginfeksi 2,5 orang lain.

- Satu orang terinfeksi Covid-19 dari varian Delta, rata-rata menginfeksi 3,5 atau 4 orang lain.

Baca Juga: Pemda DKI catat ribuan anak usia 0-18 tahun pasien aktif Covid-19 saat ini

3. Cepat menyebar dan meningkatkan risiko kematian

Varian Delta yang menyebar lebih cepat dapat mendongkrak jumlah kasus Covid-19 lebih cepat pula. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan perawatan di rumah sakit pun melonjak. 

Alhasil, beban pada sistem layanan kesehatan pun meningkat. Hal ini yang dapat meningkatkan risiko kematian lebih tinggi karena banyak pasien yang tidak mendapatkan penanganan secara optimal. 

Baca Juga: LaporCovid-19 sebut 2.313 warga meninggal saat isolasi mandiri, ini kata Kemenkes

4. Orang yang tidak divaksinasi Covid-19 memiliki risiko tinggi

Sebuah riset awal dari Skotlandia menunjukkan, varian Delta dua kali lebih mungkin menyebabkan rawat inap penderita Covid-19 yang belum divaksinasi dibanding varian Alfa. 

5. 3M masih ampuh

Penyebaran utama virus penyebab Covid-19 adalah melalui droplet. Oleh karenanya, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir masih ampuh untuk menghindarkan kita dari penularan Covid-19.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Waspada, 4 gejala Virus Corona ini dapat Anda alami

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru