Sandiaga Uno: Di Tengah Pandemi, Wisatawan Domestik Beri Secercah Harapan

Jumat, 21 Januari 2022 | 16:50 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Sandiaga Uno: Di Tengah Pandemi, Wisatawan Domestik Beri Secercah Harapan


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wisatawan nusantara (Wisnus) menjadi harapan sekaligus roda penggerak pariwisata Indonesia di masa pandemi di tengah anjloknya wisatawan mancanegara (Wisman).

Hingga akhir tahun 2021 kunjungan Wisman hanya mencapai 1,58 juta orang atau turun 60,98 % dibanding tahun 2020.

“Di tengah pandemi ini, terdapat secercah harapan yaitu tingginya antusiasme wisatawan nusantara yang menjadi roda penggerak geliat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saat ini,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno seperti dikutip dalam webinar Tourism & Hospitality Outlook 2022, Jumat (21/1).

Berdasarkan Badan Pusat Statistik, data pergerakan Winus pada tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 12% bila dibandingkan dengan tahun 2020. Tidak hanya itu, terjadi peningkatan devisa pariwisata sebesar 4% dibandingkan tahun 2020 yakni US$ 0,32 miliar  menjadi US$ 0,36 miliar.

Kontribusi PDB Pariwisata diperkirakan meningkat 37,4% dari persentase pada tahun 2020 sehingga mencapai angka 4.2% pada tahun 2021 lalu.

Nilai ekspor produk ekraf diperkirakan meningkat hingga mencapai US$ 20,58 miliar dan nilai tambah ekraf pada tahun 2021 juga mengalami peningkatan hingga Rp 1.273 triliun.

Baca Juga: Thailand Terapkan Bebas Karantina bagi Turis yang Telah Divaksin Mulai 1 Februari

Menurut Menparekraf, pergerakan Winus ini akan menjadi andalan dalam pemulihan sektor pariwisata nasional tahun 2022 dengan target 260 juta – 280 juta pergerakan.

Diperkirakan, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB Nasional 2022 akan mencapai 4,3%. Sedikit lebih tinggi dari perkiraan capaian tahun 2021 yaitu sebesar 4,2%.

Selain itu, lanjutnya, dari sisi nilai tambah ekonomi kreatif ditargetkan tahun 2022 dapat mencapai Rp 1.236 triliun. Untuk nilai ekspor produk kreatif ditargetkan mencapai US$  21,28 Miliar.

Dampak dari pertumbuhan itu tentunya akan memperluas jumlah lapangan kerja pada sektor parekraf. Kemenparekrab menargetkan tahun 2022 tercipta 400.000  lapangan kerja baru yang berkualitas di sektor pariwisata.

Sementara di ekraf akan tumbuh lebih dari 600.000-700.000 lapangan kerja yang ditopang oleh sektor unggulan yakni kuliner, kriya, dan fashion.

Pandemi ini di sisi lain memiliki sisi positif karena justru mempercepat perubahan paradigma pembangunan pariwisata dari Quantity Tourism menjadi Quality and sustainable Tourism.

"Kita menekankan kepada prinsip sustainable tourism yang bergantung pada apa yang kita tawarkan kepada para wisatawan sesuai tren pariwisata ke depan yaitu more personalized, customized, localized, dan smaller in size,” jelas Sandiaga.

Adapun Wisman tahun ini ditargetkan mencapai sekitar 1,8 juta - 3,6 juta dengan nilai devisa pariwisata mencapai US$ 470 juta – US$ 1,7 miliar.

Baca Juga: Setelah UU Disahkan, Jokowi Akan Pilih Kepala Otorita Ibu Kota Baru, Ini Calonnya

Dalam kesempatan yang sama, Maulana Yusron, Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meminta pemerintah agar fokus pada industry MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) tahun ini.

Pasalnya, dengan kondisi yang masih mengandalkan Wisnus maka pasar MICE ini masih lebih tinggi dibandingakan leasure.

“Dari sisi segmen pasar Wisnus dari presprektif hotel dan restoran, pasar segmen MICE memberikan kontribusi 70%, sementara leasure, dan minat khusus dan lainnya hanya 30%,” ujar Yusron.

Yusron mengungkapkan, era globalisasi dan semakin eksisnya Revolusi Industri 4.0 saat ini menjadikan prospek Industri MICE semakin berkembang.

Selain itu, kegiatan MICE selalu melibatkan banyak sektor dan banyak pihak sehingga menimbulkan pengaruh ekonomi ganda yang menguntungkan banyak pihak.

Ia bilang, industri MICE memberikan manfaat langsung kepada ekonomi masyarakat seperti percetakan, advertising, akomodasi, usaha kuliner, cinderamata, biro perjalanan wisata, transportasi, professional conference organizer (PCO), usaha kecil dan menengah (UKM), pemandu wisata dan event organizer.

Trisnadi Yulrisman, Direktur Keuangan dan Operasional PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), menyoroti industri homestay yang bisa menjadi penggerak perekonomian di desa wisata baik desa wisata prioritas maupun non prioritas.

SMF telah melakukan inisiatif strategis produk KPR Rumah Usaha dalam bentuk program pembiayaan homestay sejak tahun 2018 dan dalam masa inkubasi hingga sekarang, program ini masih menggunakan dana PKBL/TJSL.

Baca Juga: Prospek Bisnis Properti di Kawasan IKN Baru Dinilai Menjanjikan

Total anggaran pembiayaannya mencapai Rp 20 miliar tetapi baru terealisasi Rp 7,7 miliar dengan 96 debitur hingga 2021.

Trisnadi mengatakan, kehadiran SMF dalam pembiayaan homestay merupakan upaya pemerintah mendorong  pertumbuhan usaha sesuai dengan rencana pengembangan bisnis, membantu kelancaran arus kas usaha sesuai dengan perkembangan arus kas bisnis, membantu terhindar dari jeratan pinjaman dengan bunga tidak wajar dan mewujudkan kemandirian usaha.

Danny Januar Ismawan, Direktur Layanan Masyarakat dan Pemerintah Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo mengatakan, pengembangan jaringan telekomunikasi menjadi momen tersendiri bagi indsutri pariwisata yang mulai bangkit.

Menurutnya, kehadiran teknologi di satu tempat bisa mendorong tumbuhnya pariwisata lokal. “Adanya jaringan telekomunikasi di satu lokasi, membuat aktifitas priwisata bisa hadir di lokasi itu. misalnya dengan adanya jaringan, seseorang bisa mengambil foto untuk Instagram di lokasi,” katanya. 

Saat ini Bakti Kominfo telah membangun Base Transceiver Station (BTS) di destinasi wisata prioritas antara lain di Labuan Bajo. Hingga saat ini terdapat 36 BTS eksisting, sementara 24 lokasi lainnya masih dalam proses pembangunan.

Sementara, Yuwono Imanto, Direktur PT Propan Raya ICC mengungkapkan, selaku produsen cat, selama ini pihaknya telah bekerja sama dengan kemanparekraf dalam upaya turut membantu membangun industry pariwisata.

Baca Juga: Skenario Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2022 Bila Kasus Omicron Melesat

“Kita sering melakukan kegiatan CSR seperti ajang undian desain terbaik, membangun Kawasan kumuh, dan kawasan heritage bekerjasama dengan Kemenparekraf,” ungkapnya.

Menurut Yuwono, produk cat Propan tidak hanya menyasar hotel berbintang, namun juga industry homestay dengan memproduksi cat yang dengan harga terjangkau namun berkualitas eksport.

Yuwono juga mengkritik adanya pelaku usaha pariwisata yang melakukan inovasi namun justru menghilangkan karakter jati diri bangsa Indonesia. Menurutnya, sudah selayaknya sebagai orang Indonesia harus bangga dengan jatidirinya.

"Inovasi di dunia pariwisata jangan meninggalkan DNA kita, di sini kita temui resort yang menggunakan desain luar negeri,  menurut saya ini tidak tepat,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru