kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.847   4,00   0,02%
  • IDX 8.198   -67,69   -0,82%
  • KOMPAS100 1.157   -11,23   -0,96%
  • LQ45 832   -7,84   -0,93%
  • ISSI 294   -1,91   -0,65%
  • IDX30 433   -3,26   -0,75%
  • IDXHIDIV20 518   -3,69   -0,71%
  • IDX80 129   -1,27   -0,97%
  • IDXV30 143   -0,45   -0,32%
  • IDXQ30 140   -1,20   -0,85%

Sampai kuartal III, kredit hapus buku perbankan mengalami kenaikan


Senin, 08 November 2021 / 04:45 WIB
Sampai kuartal III, kredit hapus buku perbankan mengalami kenaikan

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Untuk mendorong pencapaian target recovery di tahun 2021 ini, BTN akan fokus pada inisiatif strategis penjualan aset NPL, termasuk kredit yang telah dilakukan hapus buku dengan melakukan penjualan aset NPL secara bulk dan menggelar investor gathering.

Selain itu, BTN juga terus mengembangkan layanan digital dengan mengoptimalkan portal Rumah Murah BTN yang berisi agunan-agunan yang akan dijual sehingga lebih banyak investor yang dapat mengakses informasi tersebut. "Beberapa inisiatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan recovery dari kredit yang telah dihapus buku," ujar Novie.

David Pirzada, Direktur Manajemen Resiko BNI mengatakan, penurunan rasio NPL BNI hingga kuartal III juga bukan karena meningkatnya hapus buku kredit tetapi karena perbaikan kualitas portfolio kredit.

Sampai akhir tahun, BNI memperkirakan kredit hapus buku sampai akhir tahun akan lebih rendah dari tahun 2020. "Rasio NPL akhir tahun juga dipoyeksikan akan lebih baik dari periode  September 2021," kata David.

BNI masih akan terus berupaya melanjutkan strategi untuk mendorong penerimaan dari pemulihan aset hapus buku. David mengatakan, pada kuartal III terdapat peningkatan recovery karena perseroan lebih agresif dalam melakukan pelelangan dan mencari investor. 

Sejak awal tahun, BNI memang sudah menargetkan untuk mendorong pertumbuhan recovery tahun ini dengan target bisa meningkat 30% dari perolehan pada tahun 2020.

Selanjutnya: OJK: Aset keuangan syariah capai Rp 1.901,1 triliun per September 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×