kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.914   44,00   0,25%
  • IDX 5.662   -158,96   -2,73%
  • KOMPAS100 731   -21,13   -2,81%
  • LQ45 557   -15,85   -2,77%
  • ISSI 196   -4,87   -2,42%
  • IDX30 317   -8,35   -2,57%
  • IDXHIDIV20 392   -9,38   -2,34%
  • IDX80 83   -2,44   -2,85%
  • IDXV30 106   -1,97   -1,82%
  • IDXQ30 103   -2,28   -2,17%

Sampai kuartal III, kredit hapus buku perbankan mengalami kenaikan


Senin, 08 November 2021 / 04:45 WIB

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Untuk mendorong pencapaian target recovery di tahun 2021 ini, BTN akan fokus pada inisiatif strategis penjualan aset NPL, termasuk kredit yang telah dilakukan hapus buku dengan melakukan penjualan aset NPL secara bulk dan menggelar investor gathering.

Selain itu, BTN juga terus mengembangkan layanan digital dengan mengoptimalkan portal Rumah Murah BTN yang berisi agunan-agunan yang akan dijual sehingga lebih banyak investor yang dapat mengakses informasi tersebut. "Beberapa inisiatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan recovery dari kredit yang telah dihapus buku," ujar Novie.

David Pirzada, Direktur Manajemen Resiko BNI mengatakan, penurunan rasio NPL BNI hingga kuartal III juga bukan karena meningkatnya hapus buku kredit tetapi karena perbaikan kualitas portfolio kredit.

Sampai akhir tahun, BNI memperkirakan kredit hapus buku sampai akhir tahun akan lebih rendah dari tahun 2020. "Rasio NPL akhir tahun juga dipoyeksikan akan lebih baik dari periode  September 2021," kata David.

BNI masih akan terus berupaya melanjutkan strategi untuk mendorong penerimaan dari pemulihan aset hapus buku. David mengatakan, pada kuartal III terdapat peningkatan recovery karena perseroan lebih agresif dalam melakukan pelelangan dan mencari investor. 

Sejak awal tahun, BNI memang sudah menargetkan untuk mendorong pertumbuhan recovery tahun ini dengan target bisa meningkat 30% dari perolehan pada tahun 2020.

Selanjutnya: OJK: Aset keuangan syariah capai Rp 1.901,1 triliun per September 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

×