kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.085   -3,00   -0,02%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Raja kendalikan militer, rakyat Thailand marah


Senin, 30 November 2020 / 10:52 WIB

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Melansir Reuters, aksi protes dimulai pada Juli dan awalnya menuntut kepergian Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, mantan pemimpin junta, dan konstitusi baru. Demonstran telah memperluas tuntutan mereka sejak saat itu untuk memasukkan pembatasan kekuasaan raja.

Arnon adalah salah satu dari beberapa pemimpin aksi protes yang menghadapi dakwaan di bawah undang-undang lese majeste karena menghina kerajaan setelah pidato yang dia buat pada aksi demonstrasi sebelumnya.

Kementerian Luar Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Thailand mematuhi aturan hukum dan hak kebebasan berbicara harus tetap dalam batas-batas tersebut.

Baca Juga: Hampir 6.000 personil Polisi di Thailand disiagakan untuk amankan aksi demonstrasi

“Dalam setiap kasus di mana hukum dilanggar, pejabat mengambil tindakan dengan kepatuhan yang ketat pada proses hukum yang sesuai tanpa diskriminasi,” kata kementerian.

Perdana menteri telah menolak untuk mundur dari jabatannya dan menolak tuduhan bahwa dia merekayasa pemilu tahun lalu untuk mempertahankan kekuasaan setelah menjabat pada 2014.

Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan tentara menurunkan foto raksasa raja dan ratu di pintu masuk barak sebelum aksi protes berlangsung.

Selanjutnya: Polisi Thailand mengerahkan ribuan personil untuk mengamankan aksi demonstrasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×