Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Reformasi Energi Jangka Panjang Dinilai Lebih Penting
Untuk jangka panjang, Badiul mendorong pemerintah mempercepat reformasi struktural, antara lain:
- penguatan transportasi publik massal berbasis listrik,
- perbaikan skema subsidi energi agar lebih tepat sasaran,
- peningkatan investasi pada energi alternatif seperti biofuel, kendaraan listrik, dan energi terbarukan.
Langkah tersebut dinilai lebih strategis untuk menurunkan ketergantungan terhadap BBM impor dan mengurangi tekanan subsidi.
Industri Nilai WFH Tetap Bermanfaat untuk Efisiensi Mobilitas
Di sisi lain, pelaku industri menilai kebijakan WFH tetap memiliki dampak positif bagi efisiensi konsumsi energi.
Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) Hadi Ismoyo menyebut, pengurangan mobilitas pekerja dapat menekan konsumsi BBM secara lebih signifikan, terutama di kota-kota besar dengan tingkat kemacetan tinggi.
Ia menilai pemanfaatan teknologi digital seperti rapat daring dapat menjaga produktivitas bisnis tetap berjalan.
“Dengan optimalisasi virtual meeting, tujuan bisnis tetap bisa tercapai,” ujarnya kepada Kontan, Minggu (29/3/2026).
Tonton: CoreTax Sering Bermasalah, Purbaya Ungkap Dugaan Oknum Internal Mainkan Vendor
Dorong Konversi Energi dan Penguatan Cadangan BBM
Hadi juga mendorong pemerintah agar kebijakan WFH tetap diiringi langkah jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Beberapa strategi yang dinilai penting antara lain:
- program konversi BBM ke gas,
- konversi sepeda motor BBM menjadi motor listrik,
- pembangunan fasilitas penyimpanan seperti tank farm atau floating storage untuk meningkatkan cadangan BBM dari 20 hari menjadi 45 hari melalui kolaborasi swasta.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kelanjutan program biodiesel menuju B50, pengembangan bioetanol campuran E10 hingga E30, serta percepatan eksplorasi migas melalui road map eksplorasi masif di sejumlah wilayah prospektif.
Dengan demikian, WFH seminggu sekali dinilai bisa menjadi salah satu opsi efisiensi, tetapi efektivitasnya akan bergantung pada desain kebijakan serta konsistensi pemerintah dalam menjalankan reformasi energi jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













