Proyek RDMP Balikpapan sudah mencapai 43,28%

Jumat, 05 November 2021 | 12:30 WIB   Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Proyek RDMP Balikpapan sudah mencapai 43,28%

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan Pertamina di Kalimantan Timur.


Progres Proyek 43,28%

Saat ini, KPB bersama Joint Operation (JO) kontraktor terus mengebut pengerjaan RDMP Balikpapan. Feri Yani menjelaskan, ada beberapa lingkup pengerjaan yang dilakukan. Yakni early work fase 1 dan fase 2, EPC (Engineering, Procurement and Construction) Inside Battery Limit (ISBL) dan Outside Battery Limit (OSBL), serta EPC terminal crude oil Lawe-Lawe.

Adapun EPC ISBL dan OSBL dikerjakan oleh JO SK E&C, Hyundai Engineering, PT Rekayasa Industri dan PT PP. Dalam lingkup proyek ini, fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) ditargetkan rampung pada Maret 2024.

Sedangkan untuk ekspansi pembangunan terminal crude oil di Lawe-Lawe digarap oleh JO China Petroleum Pipeline dan PT Hutama Karya. Proyek ini membangun unit baru dan fasilitas dua tanki crude dengan kapasitas masing-masing 1 juta barrel. EPC Lawe-lawe memiliki target operasi pada Februari 2023.

Secara keseluruhan, Feri Yani menyampaikan, hingga bulan Oktober lalu, progres proyek RDMP Balikpapan mencapai 43,28%. Hasil ini lebih tinggi 0,25% dari target re-forecast sebesar 43,03%.

Dia menjelaskan, hasil tersebut didukung oleh percepatan delivery peralatan Long Lead Item (LLI) yang mayoritas telah tiba di Balikpapan tahun 2021.

Asal tahu saja, LLI merupakan paket peralatan yang keseluruhan prosesnya memerlukan waktu yang cukup lama, mulai dari pengadaan, manufaktur hingga sampai ke lokasi proyek di Balikpapan.

Baca Juga: Hingga kuartal III-2021, investasi migas baru mencapai 53,95% dari target

LLI yang berhasil dipasang dalam proyek RDMP Balikpapan adalah ’Column Propane-Propylene Splitter’ (C3 Splitter), peralatan penting yang berfungsi memisahkan senyawa propylene dan propane, sehingga dapat dihasilkan produk Propylene dengan kemurnian sangat tinggi dan memenuhi syarat sebagai bahan baku pabrik petrokimia Poly Propylene di Balongan.

Menurut Feri Yani, KPB sudah mencapai sejumlah milestones dalam melakukan kegiatan konstruksi di lapangan, yang meliputi kegiatan sipil, mekanikal, piping, elektrikal maupun lifting peralatan-peralatan dengan dimensi besar ke pondasi yang telah disiapkan.

Percepatan tersebut selaras dengan peak construction RDMP Balikpapan yang diestimasi terjadi pertengahan tahun 2022.

Di sisi lain, Suwahyanto mengakui bahwa pandemi covid-19 yang merebak pada tahun lalu sempat menghambat pengerjaan proyek RDMP Balikpapan.

"Seluruh dunia terkena imbas pandemi, sehingga dari rencana awal mengalami pergeseran penyelesaian karena peralatan yang dibeli KPB tidak bisa dimanufaktur dengan tepat waktu serta isu lockdown sehingga tidak bisa mengerahkan orang banyak untuk bekerja," ungkapnya.

Kendati begitu, Suwahyanto optimistis pihaknya bisa memenuhi target untuk merampungkan proyek sesuai dengan re-forecast yang sudah ditetapkan. Adapun RDMP Balikpapan ini ditargetkan menyelesaikan pembangunan dan mengoperasikan Utilities Complex yang baru pada tahun 2023.

Selanjutnya, RFCC dan Alkylation Complex di periode Semester I-2024 dan unit penghasil HOMC (BBM berkadar RON tinggi) pada Semester II 2024.

"Jadi kami mendapatkan amanah untuk unit penghasil Pertamax series itu sudah beroperasi di Maret 2024. Sedangkan untuk unit penghasil HOMC di akhir tahun 2024," pungkas Suwahyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru