Perkuat tata kelola holding BUMN asuransi dan penjaminan, begini strategi IFG

Senin, 22 Maret 2021 | 16:10 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Perkuat tata kelola holding BUMN asuransi dan penjaminan, begini strategi IFG

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai induk holding BUMN perasuransian dan penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG) saat ini fokus pada pembenahan tata kelola perusahaan serta anggota holding. Guna merealisasikan hal itu, IFG telah menyiapkan sejumlah strategi. 

Direktur Keuangan dan Umum IFG Rizal Ariansyah menjelaskan bahwa pembenahan tata kelola tersebut terbagi menjadi tiga aspek yaitu perencanaan keuangan, penggalangan dana dan pengelolaan investasi. 

“Untuk financial planning, kami memiliki peran untuk ikut serta dalam penyusunan RKAP dan cost control perusahaan anggota holding,” kata Rizal, dalam keterangan resmi, Senin (22/3). 

Baca Juga: Indonesia Financial Group kantongi laba Rp 2,2 triliun pada tahun 2020

IFG juga melakukan penggalangan dana untuk kebutuhan permodalan anak usaha melalui PMN, penerbitan obligasi melalui pasar modal, dan utang bank. Dengan peringkat AAA dari Pefindo, IFG berpeluang menerbitkan obligasi dengan biaya yang jauh lebih rendah, sehingga lebih hemat biaya. 

Dari sisi investasi, IFG juga melakukan monitoring pengelolaan portofolio investasi anggota holding, sehingga terjadi pengelolaan yang transparan untuk menjaga return investasi yang baik dan risikonya rendah. 

"Sistem pengelolaan dan monitoring investasi di IFG akan mulai ditingkatkan menuju fase digitalisasi sehingga dapat dipantau secara realtime seirama dengan program pemerintah yaitu transformasi digitalisasi 4.0 melalui dashboard investasi IFG yang terintegrasi," lanjutnya. 

Baca Juga: Ada pandemi, klaim asuransi jiwa pada 2020 turun

Dalam pengelolaan portfolio investasi, IFG melibatkan anak perusahaan lain yang bergerak di bidang investasi dan capital market seperti PT Bahana TCW Investment Management dan PT Bahana Sekuritas untuk berkolaborasi membantu pengelolaan investasi anak perusahaan lainnya. 

Ia menyatakan, perbaikan dan peningkatan tata kelola investasi dilakukan secara menyeluruh agar pengelolaan investasi lebih prudent, berkinerja baik dan memenuhi ketentuan yang berlaku. 

Selain itu, investasi yang dilakukan oleh IFG berdasarkan prinsip LDI (Liabilities Driven Investment) yakni skema investasi yang fokus pada memenuhi kewajiban keuangan. IFG juga membangun kerjasama dengan perbankan untuk memberikan layanan keuangan seperti penempatan dana, reciprocal business serta pengelolaan permodalan. 

Sebagai bagian dari ekosistem industri keuangan, IFG akan terus bekerjasama dengan semua stakeholders untuk membangun industri keuangan yang sehat. Hal ini sejalan dengan amanah pemerintah saat mendirikan IFG. Ke depan, IFG berambisi menjadi salah satu grup keuangan non-perbankan terbesar di Asia Tenggara. 

Baca Juga: MNC Insurance hadirkan layanan asuransi online Hario

Pada tahun 2020, Pemerintah melakukan pembentukan Holding Perasuransian dan Penjaminan dengan menetapkan BPUI menjadi Perusahaan Induk melalui Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero). 

Sehubungan dengan pembentukan holding tersebut, berdasarkan surat Kementerian BUMN nomor S-562/MBU/08/2020 tanggal 6 Agustus 2020, Kementerian BUMN telah menyetujui perubahan brand dan logo BPUI menjadi IFG.

Saat ini, IFG beranggotakan sembilan anak perusahaan, yang terdiri dari PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Jasa Raharja (Jasa Raharja), PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, PT Grahaniaga Tata Utama, dan PT Bahana Kapital Investa.

Selanjutnya: Anggota DPR ini sebut OJK lemah dalam pengawasan terhadap kasus Kresna Life

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Tendi Mahadi
Terbaru