kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Penarikan kendaraan oleh multifinance masih marak di kala pandemi


Rabu, 28 Juli 2021 / 05:15 WIB

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi

Padahal, perusahaan selalu mencantumkan perjanjian penarikan kendaraan bermotor dalam kontrak yang dibuat. “Banyak kasus penarikan unit sudah dipindahtangankan ke pihak lain, seperti digadaikan,” ujar Roni.

Padahal, ia mengaku kalau penarikan unit-unit kendaraan itu jika berhasil dilakukan dan berhasil dilelang akan berdampak terhadap perbaikan nilai NPF perusahaan. Asal tahu saja, NPF BCA Finance hingga akhir juni mencapai level 4,24% dengan target akhir tahun bisa terjaga di 3,39%.

Adapun Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengungkapkan bahwa sejatinya pemain multifinance paling tidak mau untuk melakukan penarikan unit kendaraan. Ketua APPI Suwandi Wiratno bilang kalau lebih baik nasabah mengajukan penundaan bayar atau restrukturisasi terhadap perusahaan.

“Lebih baik kita sebenarnya ingin itu restruk atau rescheduling untuk penundaan bayar, bayar berapapun yang penting kita dapet,” ujar Suwandi.

Adapun, Suwandi juga bilang kalau sebelum melakukan penarikan, perusahaan pembiayaan terlebih dahulu memberikan beberapa kali surat peringatan. Jika pun harus ada penarikan, diwajibkan untuk dilakukan dengan sebaik mungkin sesuai prosedur yang ada. 

Selanjutnya: Pandemi masih membayangi bisnis asuransi kendaraan bermotor di tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×