kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45994,16   -8,36   -0.83%
  • EMAS1.133.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pemerintah menargetkan sejumlah perubahan pada tata kelola subsidi energi


Sabtu, 28 Agustus 2021 / 21:45 WIB
Pemerintah menargetkan sejumlah perubahan pada tata kelola subsidi energi

Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo .

Perubahan Skema Subsidi LPG

Arifin memastikan perubahan skema subsidi energi juga bakal terjadi untuk LPG 3 kg. 

Menteri ESDM mengungkapkan, perubahan skema penyaluran LPG dilakukan demi menjamin pelaksanaan yang tepat sasaran serta menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

"Pemerintah secara bertahap dan berhati-hati akan mengupayakan pelaksanaan kebijakan transformasi subsidi LPG tabung 3 kg menjadi subsidi berbasis penerima manfaat sesuai dengan target berbasis DTKS  dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat," terang Arifin.

Sayangnya, Arifin tak menegaskan per kapan transformasi skema subsidi LPG 3 kg bakal dilakukan.

Dalam pemberitaan Kontan.co.id, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, kebijakan subsidi energi di tahun 2022 akan diarahkan lebih tepat sasaran, melalui pelaksanaan kebijakan transformasi subsidi berbasis komoditas menjadi subsidi berbasis penerima manfaat secara bertahap dan berhati-hati dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat. 

Baca Juga: Sri Mulyani janji kebijakan subsidi energi diarahkan lebih tepat sasaran pada 2022

“Selanjutnya, pemerintah juga mengapresiasi pandangan agar subsidi solar juga diarahkan menjadi subsidi berbasis orang. Pemerintah akan melakukan evaluasi pelaksanaan kebijakan subsidi solar agar sejalan dengan kebijakan subsidi tepat sasaran” ujar Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna  DPR RI ke-3 Masa Persidangan I tahun sidang 2021-2022 secara virtual, Selasa (24/8).

Arifin mengungkapkan, realisasi subsidi LPG 3kg hingga Mei 2021 mencapai 4,30 juta metrik ton dari total alokasi 7,50 juta metrik ton.

Adapun, hingga akhir tahun nanti volume subsidi diperkirakan bakal mencapai 7,40 juta metrik ton. Pada tahun depan Kementerian ESDM mengusulkan volume LPG 3kg dalam RAPBN 2022 sebesar 8 juta metrik ton. 

Selanjutnya: Konsistensi pemerintah menjaga stabilisasi harga beras melalui Bulog tak maksimal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×