kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.080   -50,00   -0,28%
  • IDX 5.938   25,26   0,43%
  • KOMPAS100 773   3,91   0,51%
  • LQ45 589   1,81   0,31%
  • ISSI 204   1,10   0,54%
  • IDX30 333   0,61   0,18%
  • IDXHIDIV20 412   0,61   0,15%
  • IDX80 88   0,43   0,49%
  • IDXV30 112   0,93   0,84%
  • IDXQ30 107   -0,06   -0,05%

Pembentukan Holding BUMN Pangan diharapkan perkuat peternakan


Senin, 16 November 2020 / 06:10 WIB

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peran dan kontribusi BUMN dalam memajukan sektor peternakan akan semakin besar seiring rencana Konsolidasi BUMN Industri Pangan melalui pembentukan Holding BUMN Pangan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Fadjar Sumping Tjatur Rasa, pada Focus Group Discussion (FGD) Konsolidasi BUMN Pangan, Kamis, 12 November 2020, di Jakarta.

Fadjar mengatakan, dukungan BUMN di bidang peternakan sangat diperlukan salah satunya dalam program pembibitan sapi yang masih sulit dikembangkan oleh peternakan rakyat.

“Pembibitan sapi masih sulit dikembangkan di peternakan rakyat karena investasi yang harus dikeluarkan bersifat jangka panjang. Untuk itulah, dukungan serta keterlibatan BUMN sangat diperlukan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (14/11).

Baca Juga: Konsolidasi BRI, Pegadaian, dan PNM terus dimatangkan

BUMN juga berpotensi berperan sebagai off taker, mengingat sektor peternakan dalam negeri sebagian besar masih dijalankan oleh para peternak rakyat. Kehadiran BUMN sebagai off taker memberikan rasa aman sehingga dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk menjadi peternak.

Dari sisi model bisnis, Fadjar mengatakan, beragamnya sektor bisnis yang dimiliki BUMN, khususnya BUMN Pangan, dapat mendorong terwujudnya integrasi peternakan dengan sektor lainnya, misalnya melalui pengembangan sapi sawit.

Selain itu, BUMN dapat berperan dalam distribusi dan logistik sapi beserta produk turunannya agar dapat tersalurkan secara merata kepada masyarakat, mengingat  dari sisi penyebaran ada daerah yang surplus ada juga daerah yang defisit.

Baca Juga: Kebut konsolidasi sektor keuangan, ini yang dilakukan Kementerian BUMN

Ia berharap, Kementerian BUMN melalui BUMN Klaster Pangan dapat melakukan investasi untuk menstimulus perkembangan sektor peternakan di Indonesia. Saat ini, salah satu program yang tengah dijalankan adalah pengembangan peternakan sapi di 1.000 desa di berbagai wilayah Tanah Air.



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

×