Reporter: Vina Elvira | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Pembeli di segmen middle-up umumnya merupakan end-user yang membeli untuk ditinggali, bukan semata-mata investasi. Karena itu, faktor lingkungan, kualitas bangunan, reputasi pengembang, serta fasilitas kawasan menjadi pertimbangan utama.
Sementara itu, segmen menengah dan menengah bawah tetap bergerak, didorong oleh faktor keterjangkauan harga dan dukungan pembiayaan. Namun dari sisi nilai transaksi, segmen middle-up masih mendominasi.
Pengembang Masih Agresif Luncurkan Proyek
JLL Indonesia mencatat minat pengembang untuk meluncurkan proyek baru masih cukup tinggi. Salah satu indikasinya adalah peluncuran township baru seluas 150 hektare di Bogor hasil kolaborasi pengembang lokal dan mitra Jepang.
Tonton: Pesawat Smart Air Ditembak OTK di Bandara Korowai Papua Selatan, Pilot dan Co-pilot Tewas
Untuk menjaga daya beli konsumen, pengembang juga semakin agresif menawarkan skema pembayaran fleksibel, mulai dari cicilan bertahap, tenor diperpanjang, hingga kerja sama dengan sejumlah bank guna mempermudah akses KPR.
Dengan suplai dan permintaan yang relatif seimbang serta strategi pemasaran yang adaptif, pasar rumah tapak Jabodetabek diperkirakan tetap bergerak stabil dalam jangka pendek.
Selanjutnya: Cara Cek BPJS PBI Sudah Diaktifkan Lagi Atau Belum, Siapkan NIK KTP
Menarik Dibaca: Promo JSM Superindo 13-15 Februari 2026, Jeruk Mandarin-Stroberi Korea Diskon s/d 40%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)