kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.096   56,00   0,33%
  • IDX 7.278   -0,99   -0,01%
  • KOMPAS100 1.006   -0,70   -0,07%
  • LQ45 733   -0,45   -0,06%
  • ISSI 263   2,12   0,81%
  • IDX30 393   -5,45   -1,37%
  • IDXHIDIV20 481   -6,50   -1,33%
  • IDX80 113   -0,02   -0,02%
  • IDXV30 133   -1,32   -0,98%
  • IDXQ30 127   -1,81   -1,41%

PBB: Kita harus membangun aliansi melawan kebangkitan dan penyebaran neo-Nazi


Rabu, 27 Januari 2021 / 18:45 WIB

Sumber: Al Jazeera | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

"Di Eropa dan AS serta tempat lain, supremasi kulit putih mulai mengumpulkan massa, memamerkan simbol dan kiasan Nazi, dan ambisi pembunuhan mereka. Setelah puluhan tahun berada dalam bayang-bayang, neo-Nazi dan ide-ide mereka kini mendapatkan keuntungan," kata Guterres.

Di beberapa negara lain yang tidak ia sebutkan namanya, paham neo-Nazi telah menyusup ke polisi dan layanan keamanan negara. Secara tersirat pun gagasan mereka bisa didengar dalam debat partai politik.

Guterres mengatakan, fragmentasi media tradisional dan perkembangan pesat media sosial sangat berkontribusi pada minimnya fakta sejarah yang dibagikan secara luas.

"Kita membutuhkan aksi global yang terkoordinasi, untuk membangun aliansi melawan kebangkitan dan penyebaran neo-Nazi dan supremasi kulit putih, dan untuk melawan propaganda dan disinformasi," tambahnya.

Selanjutnya: Menlu AS: Genosida sedang berlangsung untuk menghancurkan Uighur oleh China

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

×