kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

PBB: Bencana alam menewaskan 2 juta orang dalam 50 tahun, kerugian US$ 3,64 triliun


Rabu, 01 September 2021 / 20:45 WIB

Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

Di sisi lain, WMO menyebutkan, jumlah kematian tahunan telah turun dari lebih dari 50.000 pada tahun 1970-an menjadi sekitar 18.000 di tahun 2010. Hal ini didorong oleh sistem perencanaan dan peringatan yang lebih baik.

"Meskipun kerugian ekonomi meningkat seiring dengan meningkatnya eksposur, peningkatan sistem peringatan dini multi-bahaya telah menyebabkan penurunan angka kematian yang signifikan," kata Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas dalam laporan tersebut.

Melalui laporan ini, WMO berharap, pemerintah di seluruh dunia menjadi lebih sadar akan risiko bencana alam, termasuk pentingnya menyiapkan sistem peringatan dini.

WMO mencatat, hanya setengah dari 193 anggotanya yang memiliki sistem peringatan dini multi-bahaya. Dalam kasus ini, terjadi kesenjangan yang parah terutama di Afrika.

Selanjutnya: Badan Energi Atom IAEA Kembali Mengendus Aktivitas Reaktor Nuklir Korea Utara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×