kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

PBB: Bencana alam menewaskan 2 juta orang dalam 50 tahun, kerugian US$ 3,64 triliun


Rabu, 01 September 2021 / 20:45 WIB

Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

Di sisi lain, WMO menyebutkan, jumlah kematian tahunan telah turun dari lebih dari 50.000 pada tahun 1970-an menjadi sekitar 18.000 di tahun 2010. Hal ini didorong oleh sistem perencanaan dan peringatan yang lebih baik.

"Meskipun kerugian ekonomi meningkat seiring dengan meningkatnya eksposur, peningkatan sistem peringatan dini multi-bahaya telah menyebabkan penurunan angka kematian yang signifikan," kata Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas dalam laporan tersebut.

Melalui laporan ini, WMO berharap, pemerintah di seluruh dunia menjadi lebih sadar akan risiko bencana alam, termasuk pentingnya menyiapkan sistem peringatan dini.

WMO mencatat, hanya setengah dari 193 anggotanya yang memiliki sistem peringatan dini multi-bahaya. Dalam kasus ini, terjadi kesenjangan yang parah terutama di Afrika.

Selanjutnya: Badan Energi Atom IAEA Kembali Mengendus Aktivitas Reaktor Nuklir Korea Utara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×