kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Mutasi virus corona, apa beda dengan virus sebelumnya?


Senin, 21 Desember 2020 / 12:45 WIB

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - London. Mutasi Virus corona terjadi di Inggris dan menghasilkan strain atau varian baru. Virus corona hasil mutasi tersebut diperkirakan lebih menular. Apa beda mutasi virus corona dengan varia baru virus corona?

Pada Sabtu lalu Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan rencana untuk kembali memberlakukan pembatasan di beberapa wilayah negara, akibat pandemi Covid-19. Hal ini menyusul penemuan strain atau varian baru virus corona di Inggris.

Pembatasan tersebut dimaksudkan untuk mengendalikan penyebaran virus. Pasalnya, strain virus baru ini dapat menyebar lebih cepat daripada strain virus sebelumnya, yang saat ini masih belum sepenuhnya teratasi.

"Kami harus bertindak sekarang. Ketika virus mengubah metode serangannya, kami harus mengubah metode pertahanan,” kata Johnson seperti dikutip CNBC.

Baca juga: Tips merawat bayi di tengah pandemi, agar tidak terinfeksi virus corona

Pada Senin minggu lalu, Pemerintah Inggris mengumumkan penemuan jenis baru virus corona terkait peningkatan kasus di wilayah selatan dan timur. Menurut pernyataan dari Public Health England, lebih dari 1.100 kasus Covid-19 dengan strain baru telah diidentifikasi.

Selain itu, selama seminggu kemarin Inggris melaporkan 24.061 kasus Covid-19 baru. Analisis dari John Hopkins University menyebut, berdasarkan rata-rata mingguan, jumlah tersebut mengalami peningkatan lebih dari 40 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

"Ini adalah data awal dan akan ditinjau. Tapi kami harus bertindak karena sekarang virus menyebar dengan sangat cepat,” kata Johnson.

Strain virus corona baru diperkirakan dapat menular 70 persen lebih mudah daripada strain virus corona asli. Hal ini dapat memicu penyebaran infeksi Covid-19 secara cepat. Johnson mengimbau penduduk Inggris menahan diri untuk bepergian dan tetap di rumah guna mencegah strain virus corona baru menyebar ke seluruh negeri dan luar negeri.



TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

×