kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.854   65,00   0,37%
  • IDX 6.143   -77,38   -1,24%
  • KOMPAS100 813   -12,22   -1,48%
  • LQ45 613   -11,84   -1,89%
  • ISSI 210   -2,43   -1,14%
  • IDX30 348   -7,16   -2,02%
  • IDXHIDIV20 427   -9,72   -2,23%
  • IDX80 92   -1,47   -1,57%
  • IDXV30 115   -1,04   -0,90%
  • IDXQ30 111   -2,90   -2,54%

Militer Myanmar tahan dan seret 6 jurnalis ke pengadilan, ini alasannya


Rabu, 03 Maret 2021 / 21:25 WIB

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

Sejak kudeta, junta terus meningkatkan taktik mereka melawan pengunjuk rasa anti-militer, menembakkan gas air mata, meriam air, dan peluru karet, serta insiden peluru tajam.

Minggu adalah hari paling berdarah sejak pengambilalihan militer, dengan PBB mengatakan, sedikitnya 18 pengunjuk rasa tewas di seluruh negeri. 

Menurut kelompok pemantau Asosiasi Bantuan Tahanan Politik (AAPP), lebih dari 1.200 orang telah ditangkap sejak kudeta, dengan sekitar 900 orang masih di balik jeruji besi atau menghadapi dakwaan.

AAPP menyebutkan, 34 wartawan termasuk di antara mereka yang ditahan, dengan 15 orang sejauh ini telah dibebaskan.

"Penindasan ini menghalangi arus informasi dan berita yang akurat," sebut AAPP seraya menambahkan, wartawan menjadi sasaran "serangan kekerasan" meskipun memiliki kredensial yang jelas.

Selanjutnya: Pertama kali sejak kudeta, Aung San Suu Kyi muncul di pengadilan Myanmar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

×