kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.891   21,00   0,12%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Menilik Laju Bisnis Pusat Perbelanjaan di Tengah Melonjaknya Kasus Varian Omicron


Sabtu, 12 Februari 2022 / 08:05 WIB

Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

Kendati demikian, dirinya belum bisa merinci lebih jauh untuk kondisi 11 hari pertama di Februari ini. Kendati varian Omicron mulai merebak, manajemen masih cukup optimistis. "Untuk prospek bisnis pusat perbelanjaan untuk tahun ini kita masih sangat positif dan kita berharap Omicron segera berakhir," ujar Ivy kepada Kontan, Jumat (11/2).

Ivy mengungkapkan, saat ini tingkat okupansi tenant pada Mall Pakuwon Group secara rerata di atas 90%. Penurunan lalu lintas pengunjung juga dialami PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) sejak merebaknya Varian Omicron.

Direktur PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) Olivia Surodjo mengungkapkan, tingkat kunjungan pada mal-mal MTLA mengalami penurunan terlebih dengan kembali diberlakukannya PPKM Level 3. "Dibandingkan kuartal IV tahun lalu tingkat kunjungan turun sampai dengan 10%," kata Olivia kepada Kontan, Jumat (11/2).

Baca Juga: Ada Gerai Matahari Disebut Tak Patuh Gunakan PeduliLindungi, Ini Tanggapan LPPF

Selain itu, tingkat okupansi tenant pada mal-mal MTLA cukup beragam. Untuk Metrpolitan Mall Bekasi mencapai 97%, Grand Metropolitan sebanyak 85% dan Metropolitan Mall Cileungsi mencapai 91%. Kendati mengalami penurunan, Olivia memastikan sejumlah strategi tengah disiapkan manajemen ke depannya. Salah satunya dengan memperbanyak area outdoor dalam mall.

Selain itu, upaya penanganan covid-19 yang lebih baik diyakini bakal turut mendorong kondisi bisnis untuk tahun ini.

"Ke depannya dengan pemberian vaksin dan booster ke masyarakat secara merata kemudian keadaan kembali kondusif sehingga tidak diberlakukannya  PPKM maka kami optimis perekenomian akan segera membaik," pungkas Olivia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

×