kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Memanas, Filipina kerahkan lebih banyak kapal perang ke Laut China Selatan


Jumat, 26 Maret 2021 / 13:23 WIB
ILUSTRASI. Kapal perang Angkatan Laut Filipina.

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

Beijing sering menggunakan apa yang mereka sebut sembilan garis putus-putus untuk membenarkan hak historisnya yang nyata atas sebagian besar Laut China Selatan, yang sebagian juga diklaim oleh Taiwan, Malaysia, Filipina, dan Brunei.

China telah mengabaikan keputusan pengadilan internasional tahun 2016 yang menyatakan, pernyataan tentang sembilan garis putus-putus tidak berdasar.

Hubungan Filipina-China telah menghangat di bawah Presiden Rodrigo Duterte, yang telah mengupayakan kerjasama ekonomi yang lebih besar dengan Beijing.

Duterte telah berulang kali mengatakan, konflik dengan China akan sia-sia dan Filipina akan kalah dan sangat menderita dalam prosesnya.

Pekan ini Duterte bertemu dengan Duta Besar China untuk Filipina dan menyatakan keprihatinan atas keberadaan kapal-kapal itu, juru bicara Kepresidenan Filipina Harry Roque mengatakan Kamis.

Tapi, Roque menegaskan, "tidak ada kontroversi nyata karena mereka (China) tidak bersikeras untuk tinggal di sana secara permanen".

Selanjutnya: Berseteru dengan China, Duterte berjanji untuk melindungi wilayah maritim negaranya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×