Global

Masyarakat Australia marah dan serukan boikot Facebook

Jumat, 19 Februari 2021 | 14:09 WIB Sumber: Express.co.uk
Masyarakat Australia marah dan serukan boikot Facebook

ILUSTRASI. Tagar #DeleteFacebook dan #BoycottZuckerberg sedang tren di Twitter dalam beberapa hari terakhir ini di Negeri Kanguru. REUTERS/Johanna Geron/Illustration

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Pemerintah Australia melayangkan protes keras atas keputusan Facebook yang melarang berita Australia. Masyarakat Australia pun marah dan menyerukan aksi boikot terhadap situs media sosial tersebut.

Tagar #DeleteFacebook dan #BoycottZuckerberg sedang tren di Twitter dalam beberapa hari terakhir ini di Negeri Kanguru.

Melansir Expess.co.uk, kondisi itu terjadi setelah Facebook memutuskan untuk memblokir berita Australia, sehingga mencegah publik mengakses informasi tentang kesehatan pemerintah, situs layanan darurat, amal, dan bisnis kecil.

Warga Australia yang marah sekarang menghapus akun profil Facebook mereka dan meminta teman mereka untuk melakukan hal yang sama.

Mantan Wakil Walikota Maribyrnog, Victoria, Megan Bridger-Darling, menghapus akun Facebook-nya pada hari Kamis dan memberi tahu pengikut bahwa mereka dapat menemukannya di "Twitter, email, telepon, dan sesekali di berita."

Baca Juga: Gempar! Facebook putuskan pertemanan dengan Australia

"Jika Facebook tidak mendukung jurnalis kami, saya tidak akan mendukung mereka," tulis  Bridger-Darling seperti yang dilansir Express.co.uk.

“Saya memilih sumber berita yang dapat diandalkan daripada platform yang menguntungkan dan memungkinkan anti-vaxxers, anggota klan, doxxers, fear-mongerers, dan ekstremis untuk menjajakan pesan mereka sepenuhnya tanpa ada lawan,” tambah Bridger-Darling. 

Sementara itu, tindakan yang dilakukan Facebook merupakan tanggapan terhadap undang-undang Australia yang akan membuat raksasa teknologi itu membayar konten berita di platform mereka.

Baca Juga: Konten berita dari Media Australia tak bisa tayang di Facebook, ini sebabnya

Saat ini, halaman Facebook dari semua situs berita lokal dan global Australia tidak tersedia untuk diakses warga di Australia dan di seluruh dunia.

Beberapa halaman kesehatan dan darurat juga diblokir termasuk Biro Meteorologi Australia, Departemen Kesehatan Queensland, dan Penampungan Wanita Hobart.

"Jadi Facebook telah memutuskan bahwa pemberitahuan peringatan kebakaran hutan untuk orang-orang yang berpotensi dalam bahaya langsung tidak boleh diberitahukan kepada mereka karena platform tidak akan menghasilkan satu sen pun untuk mereka adalah cara yang tepat untuk maju?" tulis seorang pengguna Twitter.

“Facebook telah mematikan semua penerbit Australia karena mereka keberatan dengan undang-undang yang disahkan oleh pemerintah yang demokratis. Saatnya mengirimi Mark Zuckerberg pesan #deletefacebook,” tulis pengguna Twitter yang lain.

Baca Juga: Usai Australia, negara lain pertimbangkan minta bayaran konten berita kepada Google

Facebook melawan undang-undang baru Australia karena mereka mengatakan undang-undang itu tidak mencerminkan cara kerja internet, dan secara tidak adil 'menghukum' platform mereka.

“Tindakan yang kami lakukan difokuskan pada membatasi penerbit dan warga di Australia untuk berbagi atau melihat konten berita Australia dan internasional. Karena undang-undang tidak memberikan pedoman yang jelas tentang definisi konten berita, kami telah mengambil definisi yang luas untuk menghormati undang-undang yang telah dirancang," jelas salah seorang juru bicara Facebook.

Baca Juga: Ditagih bayaran, Facebook blokir konten berita media Australia

Dia juga bilang, Facebook akan mengembalikan setiap halaman yang secara tidak sengaja terkena dampak.

Facebook juga mengatakan bahwa berita hanya mencapai 4% dari apa yang dilihat orang di situsnya.

Sebuah studi Universitas Canberra tahun 2020 menemukan 21% orang Australia menggunakan media sosial sebagai sumber berita utama mereka, sementara 39% populasi menggunakan Facebook untuk menerima berita.

Menurut penelitian oleh Roy Morgan, pada 2019, Facebook adalah platform media sosial paling populer di Australia, digunakan oleh lebih dari 17,1 juta warga Australia dalam periode empat minggu.

Baca Juga: Facebook akan batasi penyebaran konten milik militer Myanmar

“Tindakan Facebook untuk tidak berteman dengan Australia hari ini, memutus layanan informasi penting, sama arogannya dengan mengecewakan. Saya melakukan kontak rutin dengan para pemimpin negara lain tentang masalah ini. Kami tidak akan terintimidasi," jelas Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

Sebaliknya, Morrison mendesak Facebook untuk bekerja secara konstruktif dengan pemerintah, seperti yang ditunjukkan Google baru-baru ini dengan menunjukkan itikad baik.

 

Selanjutnya: Google meluncurkan platform berita berbayar di Australia

 

Halaman   1 2 3 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru