kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Makin meluas, varian virus corona Inggris sudah bercokol di 118 negara


Kamis, 18 Maret 2021 / 23:25 WIB

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

WHO menjelaskan, semua virus, termasuk SARS-CoV-2, berubah seiring waktu yang mengakibatkan kemunculan varian baru, sebagian besar tidak berdampak kesehatan masyarakat lainnya. 

WHO, bekerja sama dengan otoritas nasional, lembaga dan peneliti, secara rutin menilai jika varian SARS-CoV-2 mengakibatkan perubahan dalam penularan,
presentasi klinis dan keparahan, atau jika berdampak pada kesehatan masyarakat dan tindakan sosial (PHSM). 

Tapi, WHO sudah menetapkan sistem untuk mendeteksi "sinyal" varian potensial yang mengkhawatirkan serta peristiwa tidak biasa
yang berpotensi terkait dengan varian baru virus corona.

Berikut negara-negara yang melaporkan seluruh kasus mutasi virus corona, baik B.1.1.7, B.1.351, maupun B.1.1.28.1:

  • Belgia
  • Denmark
  • Finlandia
  • Prancis
  • Kanada
  • India
  • Belanda
  • Filipina
  • Korea Selatan
  • Reunion
  • Rumania
  • Inggris
  • Amerika Serikat

Selanjutnya: Ada kasus vaksin AstraZeneca, WHO imbau negara-negara untuk tidak hentikan vaksinasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×