kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Laut China Selatan tetap panas, Duterte tidak bakal tarik kapal perang


Kamis, 29 April 2021 / 18:45 WIB

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MANILA. Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan, dia tidak akan menarik kapal Angkatan Laut dan Penjaga Pantai yang berpatroli di Laut China Selatan yang disengketakan.

Dia bersikeras kedaulatan negara atas perairan tersebut tidak bisa dinegosiasikan.

Ketegangan di Laut China Selatan, yang diklaim China hampir seluruhnya, meningkat ketika Beijing menolak untuk menarik kapal dari Zona Ekonomi Eksklusif Filipina dan Manila meningkatkan patroli maritim.

Duterte berada di bawah tekanan domestik yang semakin besar untuk mengambil tindakan yang lebih keras, tetapi enggan untuk menghadapi China atas masalah ini karena ia membina hubungan yang lebih dekat dengan raksasa ekonomi itu.

Baca Juga: Bahayakan perdamaian di Laut China Selatan, Uni Eropa panggil misi China

Ia mengatakan pada Rabu (28 April) malam, sementara Filipina berutang budi kepada "teman baiknya" China untuk banyak hal, termasuk vaksin COVID-19 gratis, klaim negaranya atas Laut China Selatan "tidak bisa ditawar".

"Saya akan memberi tahu China, kami tidak ingin masalah, kami tidak ingin perang. Tetapi, jika Anda menyuruh kami pergi,  (jawabannya) tidak," tegas Duterte, seperti dikutip Channel News Asia.

"Ada hal-hal yang sebenarnya tidak bisa dikompromikan, seperti kami mundur. Ini sulit. Saya berharap, mereka mengerti, tapi saya memiliki kepentingan negara saya juga untuk melindungi," katanya.

Penjaga Pantai Filipina gelar latihan 

Pernyataan Duterte muncul setelah Kementerian Pertahanan China mengatakan: "China tidak memiliki urusan untuk memberi tahu Filipina apa yang bisa dan tidak bisa kami lakukan di perairan kami sendiri".

Baca Juga: Duterte akan kirim kapal perang ke Laut China Selatan, ini tujuannya

Penjaga Pantai Filipina sedang melakukan latihan di dekat Pulau Thitu dan Scarborough Shoal, serta Pulau Batanes di bagian Utara dan Selatan serta Timur negara itu.

Scarborough, salah satu tempat memancing paling kaya ikan di kawasan itu, telah lama menjadi titik nyala antara Manila dan Beijing.

Menanggapi latihan tersebut, Kementerian Luar Negeri China menyatakan pada Senin (26 April), Filipina harus "menghentikan tindakan yang memperumit situasi dan meningkatkan perselisihan".

Dalam beberapa pekan terakhir, Filipina telah meningkatkan "patroli kedaulatan" yang melibatkan Angkatan Laut, Penjaga Pantai, dan Departemen Perikanan di Kepulauan Spratly, kepulauan yang diperebutkan oleh beberapa negara.

Selanjutnya: Filipina panggil duta besar China, desak kapal Tiongkok tinggalkan Whitsun Reef

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

×