kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kualitas Investasi yang Masuk Indonesia Rendah, Ini Kata Ekonom


Senin, 09 Januari 2023 / 05:35 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Hal yang bisa dialkukan oleh pemerintah adalah dengan memberi insentif pajak, mendorong kemudahan izin, penurunan biaya logistik, dan pemberantasan pungli. 

Ini untuk menekan biaya investasi di Indonesia. Ia menilai, biaya investasi di Indonesia saat ini masih mahal.

Terlihat dari Incremental Capital Output Ratio (ICOR) 2022 yang sebesar 6,2%, bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi. 

Baca Juga: Faisal Basri Sebut Kualitas Investasi Indonesia Kurang, Ini Alasannya

"Bila ICOR tinggi, maka investor akan mengurangi rekruitmen tenaga kerja krena investasi yang dibutuhkan untuk proses produksi terlalu mahal," tutur Bhima. 

Selain menekan biaya investasi di Indonesia, Bhima juga meminta pemerintah untuk memberi perlindungan terhadap impor barang jadi dan meningkatkan akses ke bahan baku untuk mendorong industri manufaktur. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×