Kini Investor lebih siap dan aktif beri pendanaan kepada startup, kenapa?

Senin, 22 Februari 2021 | 07:15 WIB   Reporter: Maizal Walfajri
Kini Investor lebih siap dan aktif beri pendanaan kepada startup, kenapa?


Perusahaan modal ventura milik PT Telkom (Persero) Tbk, MID Ventures misalnya akan semakin agresif mengucurkan dana bagi startup yang memiliki prospek bagus.

“Kami lebih agresif lagi mengingat ada beberapa fund yang sudah berhasil kamu mulai deploy seperti Centauri, Arise, dan TMI, serta dana US$500 juta terbaru dari Telkom dan BUMN,” ujar VP of Investments MDI Ventures Aldi Adrian Hartanto kepada Kontan.co.id.

Dana itu akan digunakan untuk memperbesar portofolio MDI hingga 2024. Adapun untuk tahun ini, MID menyiapkan dana lebih dari US $150 juta untuk digelontorkan bagi startup. Baik untuk pendanaan baru, maupun pendanaan lanjutan terhadap start up terdahulu.

“Kami saat ini mencari R.A.B.B.I.T (Real Actual Business Building Interesting Tech). Dimana kriterianya startup yang memiliki high growth, high margin, high liquidity, low fixed cost, and low people centric,” papar Aldi.

Baca Juga: Anderson Sumarli, CEO Ajaib Group yang mengawali investasi sejak umur 9 tahun

Ia melanjutkan, MDI cukup agnostik dalam memilih startup atau menyasar seluruh sektor startup. Kendati demikian, ia mengakui healthcare dan agriculture menjadi sektor yang semakin agresif diincar oleh MDI. Mengingat banyaknya inisiatif digitalisasi pemerintah yang ingin MDI dukung untuk kedua sektor tersebut.

Aldi bilang MDI Ventures memberikan pendanaan untuk berbagai tahap pendanaan mulai dari pre seed funding hingga series C. MDI Ventures telah berinvestasi di lebih dari 40 startup yang tersebar di 10 negara. Portofolio MDI Ventures antara lain Kredivo, Qoala, Kata.ai, Privy ID, aCommerce, dan Bahaso.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) industri modal ventura telah melakukan investasi dan pembiayaan kepada start up senilai Rp 13,44 triliun sepanjang 2020. Nilai itu tumbuh 5,69% year on year (yoy) dibandingkan 2019 senilai Rp 12,72 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru