kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.726   -92,00   -0,52%
  • IDX 6.256   248,15   4,13%
  • KOMPAS100 832   38,33   4,83%
  • LQ45 624   26,83   4,49%
  • ISSI 214   7,94   3,85%
  • IDX30 354   14,60   4,31%
  • IDXHIDIV20 434   16,17   3,87%
  • IDX80 94   4,34   4,84%
  • IDXV30 116   3,26   2,89%
  • IDXQ30 113   4,33   3,97%

Kimia Farma (KAEF) bertekad meningkatkan kinerja pada tahun 2021


Kamis, 29 April 2021 / 11:20 WIB

Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo

Sebelumnya, pada tahun 2018 lalu, KAEF pernah melakukan ekspansi bisnis ke Arab Saudi dengan mengakuisisi saham Dawaa Medical Limited Company (Dawaa), salah satu anak perusahaan Marei Bin Mahfouz (MBM) Group yang bergerak di bidang kesehatan.

KAEF memiliki 60% saham Dawaa dan mendirikan perusahaan patungan (joint venture) bernama Kimia Farma Dawaa. Perusahaan ini pun telah menjadi entitas anak di Kimia Farma Group. Tak hanya itu, KAEF juga berambisi mengembangkan bahan baku obat (BBO) atau Active Pharmaceutical Ingredient (API) dalam rangka mengurangi tingkat impor produk tersebut.

 

Direktur Umum dan Human Capital KAEF Dharma Syahputra mengatakan, tahun 2020 lalu pihaknya telah menurunkan tingkat impor API sebesar 3,10% untuk produk seperti Simvastatin, Atorvastatin, Clopidogrel, dan Entecavir.

Adapun di tahun 2021, KAEF menargetkan penurunan impor API sebesar 6,96% untuk produk seperti Efavirenz, Lamivudine, Zidovudine, dan Tenofovir. Target penurunan impor API akan terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang hingga mencapai 21,42% pada tahun 2024 nanti.

Dia menyebut, pada tahap awal produksi API KAEF ditargetkan untuk pasar domestik sebagai substitusi impor. Potensi penjualan dan pengurangan impor sekitar 21,42% dapat tercapai jika API yang diproduksi KAEF dapat dimanfaatkan secara optimal oleh industri farmasi dalam negeri.

“Peningkatan skala ekonomi dilakukan melalui penetrasi pasar global dan sebagai langkah awal akan menyasar Asia Tenggara,” pungkasnya.

Selanjutnya: Kimia Farma (KAEF) mencetak penjualan Rp 10 triliun pada tahun 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

×