kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Joe Biden menang, mengapa Xi Jinping dan Vladimir Putin belum ucapkan selamat?


Selasa, 10 November 2020 / 07:11 WIB
ILUSTRASI. Rusia dan China belum memberi selamat kepada presiden terpilih AS Joe Biden atas kemenangannya dalam pemilu presiden. Pavel Golovkin/Pool via REUTERS

Sumber: Telegraph | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Keheningan dari Rusia dan China menandakan potensi perlawanan, dan mungkin kebingungan - setidaknya dari Beijing - tentang cara terbaik untuk melibatkan pemerintahan AS berikutnya.

Bagi Xi, hubungan bilateral yang berbatu berarti optik tentang kapan dia secara terbuka mengakui presiden AS berikutnya itu rumit.

"Jika China tampaknya terburu-buru untuk merangkul Biden saat ini, maka mereka akan segera memainkan retorika kampanye - kritik Trump bahwa Biden adalah orang China," kata Dali Yang, profesor ilmu politik di Universitas Chicago.

Baca Juga: Biden terpilih jadi presiden AS, simak rekomendasi portofolio investasi berikut

“Tapi tentu saja China tidak ingin dianggap terlalu pelit.”

Ada sedikit sinyal bahwa Biden akan bersikap lebih lembut kepada China daripada Trump. Di jalur kampanye, pemimpin Demokrat itu berbicara keras tentang China, bahkan menyebut Xi Jinping sebagai "preman".

Namun, ada tanda-tanda bahwa Beijing tertarik untuk mengatur ulang hubungan dengan Washington.

Selanjutnya: Seorang warga London untung Rp 28,2 miliar karena Joe Biden Presiden AS terpilih

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×