Ini rencana bisnis Triputra Agro Persada (TAPG) di tahun 2021

Kamis, 24 Juni 2021 | 07:15 WIB   Reporter: Vina Elvira
Ini rencana bisnis Triputra Agro Persada (TAPG) di tahun 2021

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perkebunan dan industri pengolahan, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) optimistis dapat menorehkan kinerja yang lebih baik dari tahun 2020. Pihaknya tidak memerinci berapa target pendapatan dan laba yang dibidik di tahun ini, namun peningkatan pada hasil produksi dan juga efisiensi biaya yang dilakukan, jadi katalis positif bagi perseroan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di tahun ini. 

"Perseroan berharap pendapatan dan laba bersih untuk 2021 akan lebih baik dari tahun sebelumnya," ungkap Sekretaris Perusahaan Triputra Agri Persada, Joni Tjeng kepada Kontan.co.id, Selasa (22/6). 

Lebih lanjut, Joni menambahkan, kinerja TAPG di tiga bulan pertama tahun 2021, masih berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan. Yang mana, TAPG mampu meraup laba bersih Rp 142,72 miliar, jauh lebih baik ketimbang realisasi di kuartal I-2020 yang masih menderita kerugian Rp 323,73 miliar. 

"Kenaikan kinerja di kuartal I-2021, disebabkan oleh meningkatnya produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 16,5%dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh tanaman pada usia prime mature," jelas Joni. 

Baca Juga: Triputra Agro (TAPG) dikabarkan akan gelar merger dan akuisisi, begini kata manajemen

Di samping itu, TAPG juga terus berupaya menjalankan strategi operasional yang lebih efisien sehingga dapat meningkatkan produktivitas serta mendorong penghematan pada biaya keuangan. Upaya yang dilakukan manajemen TAPG, terbukti telah memberikan dampak positif terhadap capaian kinerja perseroan hingga akhir Maret lalu. 

Sehingga di tahun ini TAPG sepakat membidik peningkatan volume produksi sebesar 10% dibandingkan torehan di tahun 2020. 

Sebagai gambaran, melansir Annual Report 2020, TAPG berhasil memproduksi Crude Palm Oil (CPO) sebesar 841 ribu ton pada tahun 2020. Kemudian disusul produksi Palm Kernel (PK) sebanyak 175 ribu ton di tahun lalu. Sedangkan produksi karet sendiri hanya mencapai 0,6 ribu ton. 

Hingga saat ini pangsa pasar TAPG masih ditujukan bagi para pemain dalam negeri. Meskipun begitu, Joni tidak merenci siapa saja tepatnya pelanggan dari TAPG, yang terang dia menyebut bahwa kontribusi terbesar masih dipegang oleh Wilmar Group. 

Demi memuluskan target bisnisnya di tahun ini, TAPG telah menyiapkan sejumlah rencana ekspansi. Perusahaan berkode saham TAPG ini berencana membangun tiga pabrik baru untuk meningkatkan produksinya.

Melalui entitas anak usahanya, TAPG akan membangun 2 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berlokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Kedua pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi sebanyak 45 ton per jam dan 30 ton per jam. "Dengan estimasi selesai di kuartal-III 2021 dan kuartal IV-2021," sebut Joni. 

 

 

Tak hanya kedua pabrik itu, TAPG juga akan membangun Pabrik Palm Kernel Oil (PKO) bersamaan dengan Biogas Plant berkapasitas 300 ton per hari. Pabrik yang berlokasi di Kalimantan Tengah ini, diproyeksikan akan selesai proses pembangunannya pada semester kedua 2022 mendatang. 

Joni mengatakan, untuk membangun PKO tersebut pihaknya akan menggunakan dana dari hasil Penawaran Umum atau IPO. Sementara untuk penambahan dua pabrik PKS baru, akan dibiayai melalui hasil operasional perseroan. "Pendanaan untuk capital expenditure (capex) tahun 2021, sekitar satu per tiga dari pemakaian hasil dana IPO dan sisanya dari kas internal perseroan," jelasnya. 

Berdasarkan catatan Kontan.co.id sebelumnya, Triputra Agro melepas sebanyak 866.200.000 saham dengan harga penawaran sebesar Rp 200 setiap saham. Dengan demikian TAPG memperoleh dana segar sebesar Rp 173,24 miliar.

Selanjutnya: Anak usaha Triputra Agro Persada peroleh perpanjangan kredit sindikasi selama 4 tahun

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Handoyo .
Terbaru