kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Ini kementerian yang memiliki realisasi anggaran mini hingga Agustus 2021


Jumat, 27 Agustus 2021 / 06:25 WIB

Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

Realisasi anggaran yang masih mini pun dialami Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Hingga Agustus 2021, realisasi anggaran di Kementerian Desa PDTT ini baru 47,15%.

Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar menjelaskan, anggaran Kementerian Desa PDTT semula sebesar Rp 3,68 triliun. Setelah adanya refocussing, anggaran Kementerian Desa PDTT menjadi Rp 3,08 triliun.

Dia menambahkan, jenis belanja refocussing diantaranya bersumber dari belanja perjalanan dinas, honorarium, paket meeting, belanja jasa, bantuan kepada masyarakat/pemda yang bukan arahan presiden. Lalu, pembangunan gedung kantor, pengadaan kendaraan, dan peralatan/mesin.

Baca Juga: Ini penjelasan Kemendag soal beda tugas dengan Badan Pangan Nasional

Abdul mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mempercepat realisasi anggaran. Diantaranya melalui koordinasi dengan Kementerian Keuangan dalam percepatan pelaksanaan revisi – revisi anggaran dan percepatan penyelesaian kelengkapan administrasi dalam pelaksanaan lelang atau kontraktual.

“Kami terus berupaya mempercepat realisasi anggaran tahun 2021 sesuai dengan rencana penarikannya dengan melakukan percepatan penyelesaian kelengkapan administrasi dalam pemberian bantuan kepada desa, bumdes dan masyarakat,” pungkas Abdul.

Selanjutnya: Kasus COVID-19 melonjak, Vietnam minta WHO kirim vaksin secepatnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×