kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Industri Mobil Listrik Bingung Arah, Insentif 2026 Tak Kunjung Jelas


Jumat, 09 Januari 2026 / 04:06 WIB
Industri Mobil Listrik Bingung Arah, Insentif 2026 Tak Kunjung Jelas
ILUSTRASI. Periklindo menilai ketiadaan kepastian insentif mobil listrik dan aturan PPN 2026 menekan penjualan. (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

Reporter: Leni Wandira | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

“Semua pembeli menunggu. Jangan sampai terjadi penumpukan stok, produsen berhenti produksi, dan pasar makin tidak sehat,” ucap Tenggono.

Ia memproyeksikan, apabila kepastian insentif tidak segera ditetapkan, penjualan kendaraan listrik berpotensi terus melemah dalam beberapa bulan ke depan.

“Penjualan bisa terus drop. Kita tidak tahu bulan ini, bulan depan, atau sampai akhir tahun. Ini tidak sehat, bukan hanya bagi industri, tapi juga bagi penerimaan pemerintah,” pungkasnya.

Periklindo berharap pemerintah segera mengambil keputusan tegas terkait keberlanjutan insentif kendaraan listrik agar industri memiliki kepastian usaha dan pasar kembali bergerak.

Tonton: Waspada! Super Flu Menyebar Cepat di 8 Provinsi

Kesimpulan 

Ketidakjelasan kebijakan insentif kendaraan listrik di awal 2026 menciptakan ketidakpastian serius bagi industri otomotif nasional. Tanpa kepastian terkait PPN maupun skema insentif pengganti setelah berakhirnya anggaran 2025, pelaku industri kesulitan menentukan harga, merencanakan produksi, dan menjaga ritme pasar. Kondisi ini mendorong konsumen bersikap wait and see, yang berpotensi menekan penjualan kendaraan listrik secara berkelanjutan. Periklindo menilai, tanpa keputusan tegas dan cepat dari pemerintah, pelemahan penjualan bukan hanya merugikan industri, tetapi juga berisiko menghambat penerimaan negara serta agenda transisi energi jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×